Pemkab Semarang Siapkan 28 Faskes Vaksinasi Covid-19

Rakor percepatan penanganan Covid-19 di Gedung Dharma Satya Lantai II, Kompleks Kantor Bupati Semarang (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO SEMARANG – Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, saat ini tinggal menunggu komando dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jawa Tengah, untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Dinkes Pemkab Semarang, sudah melakukan semua persiapan untuk pelaksanaan Covid-19 secara massal tersebut.

Kepala Dinkes Pemkab Semarang, dokter Ani Raharjo mengatakan di wilayahnya terdapat 26 puskesmas, dua RSUD, dan satu klinik milik Polres Semarang yang sudah siap digunakan sebagai tempat vaksinasi.

“Semua fasilitas dan tenaga medis yang terlatih sudah siap,” tegasnya di sela-sela acara rakor percepatan penanganan Covid-19 di Gedung Dharma Satya Lantai II Kompleks Kantor Bupati Semarang, Jumat (8/1), seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Dia mengatakan berdasarkan data dari Pemerintah Pusat, Kabupaten Semarang mendapat alokasi vaksin untuk 623.943 orang. Jumlah itu terdiri dari 4.575 orang tenaga kesehatan, 36.740 orang pelayan publik, 207.957 orang masyarakat rentan, ​ 259.173 orang masyarakat umum dan pelaku ekonomi serta 115.498 orang masyarakat lanjut usia.

Walaupun demikian pihaknya menyatakan belum mengetahui waktu pengiriman vaksin tersebut. “Pendataan oleh pusat. Jumlah kuota yang akan diterima belum tahu dan akan dikirim secara bertahap,” lanjutnya.

Dinkes Pemkab Semarang juga telah menyiapkan 54 petugas vaksinator, terdiri atas 26 dokter, 16 perawat, dan 12 bidan. Adapun di RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran dan RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, disiapkan 20 vaksinator. Satu klinik ​ Polres Semarang menyiapkan dua perawat sebagai vaksinator.

“Seluruh fasilitas kesehatan (faskes) milik Pemkab Semarang, akan melakukan vaksinasi dua hingga tiga kali seminggu, pukul 08.00 WIB-12.00 WIB,” jelas Ani.

Pelaksanaan vaksinasi tahap I, lanjut Ani, dilaksanakan​ Januari sampai dengan April 2020. Sasaran utamanya, tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik termasuk para tokoh agama, tokoh masyarakat dan perangkat desa. Sedangkan periode kedua direncanakan April 2021-Maret 2022.

Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengimbau, Dinkes terus melakukan edukasi penerapan protokol kesehatan secara masif dan intensif.

“Perlu ditingkatkan edukasi kepada masyarakat mematuhi protokol kesehatan mencegah penularan terutama di klaster keluarga,” tegas Ngesti. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.