Pemkab Kudus Prioritaskan Hibah Sarana dan Prasarana Peribadatan

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo, saat menyerahkan dana hibah Rp 600 juta, kepada Pondok Pesantren Wafiyyul Qur’an, Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu. (Foto: Situs Pemkab Kudus)

 

HALO KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, mendukung segala upaya peningkatan ilmu pengetahuan dan keimanan masyarakat di wilayahnya.

Dukungan tersebut antara lain diwujudkan dalam bentuk pemberian dana hibah sarana dan prasarana peribadatan.

Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo, saat memberikan dana hibah Rp 600 juta, kepada Pondok Pesantren Wafiyyul Qur’an, Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu, Kamis (28/1).

- Advertisement -

Menurut Hartopo, hibah sarana dan prasarana peribadatan, menjadi salah satu prioritas Pemkab Kudus. Namun pihaknya menjelaskan tidak dapat memberikan hibah secara maksimal, karena ada realokasi anggaran di masa pandemi.

Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas santri dan sarana pondok pesantren.

“Hibah ini masuk skala prioritas Pemkab Kudus. Jadi meskipun ada realokasi anggaran, tetap kami upayakan. Semoga dapat membantu pondok pesantren,” kata dia, Kamis (28/1), seperti dirilis laman Pemkab Kudus.

Mengingat kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus yang terus meningkat, dia juga mengajak pengasuh pesantren dan para santri untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hartopo menuturkan bahwa bahaya Covid-19 itu nyata. Semua orang dari berbagai kalangan dapat terpapar. Sudah banyak ulama, pengusaha, dan pejabat yang meninggal karena Covid-19.

Oleh karena itu, yang dapat dilakukan adalah penerapan protokol kesehatan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan memakai masker.

“Telah banyak pejabat, pengusaha, dan ulama meninggal karena Covid-19. Mohon jaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Pihaknya tak melarang kegiatan di pondok pesantren, tetapi harus menerapkan protokol kesehatan. Begitu pula kegiatan peningkatan ekonomi di masa pandemi. Asalkan tidak sembrono dan tetap mengedepankan protokol kesehatan, sehingga tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

“Silakan beraktivitas dan melaksanakan kegiatan asal sesuai protokol kesehatan,”jelasnya.

Hartopo juga menyampaikan saat ini petugas kesehatan telah divaksin Sinovac. Meskipun demikian mereka tak serta merta kebal Covid-19. Para penerima vaksin harus terus menjalankan protokol kesehatan. Pihaknya berpesan apabila nanti para santri dan yang lain telah divaksin, protokol kesehatan tetap dijalankan seperti saat ini.

“Saat ini tenaga kesehatan telah divaksin, namun protokol kesehatan harus terus dijalankan. Saya harap setelah semuanya divaksin, 3M tetap jalan,” harapnya. (HS–08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.