in

Pemkab Kudus Akan Lakukan Penyemprotan Disinfektan pada Malam Hari

Bupati Kudus, HM Hartopo ketika meninjau sejumlah tempat aktivitas masyarakat, termasuk di Pasar Kliwon. Peninjauan dilakukan untuk memantau pelaksanaan PPKM Darurat. (Foto : Laman resmi Pemkab Kudus)

 

HALO KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus bersama pihak terkait akan melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai tempat aktivitas publik pada malam hari. Diharapkan penyemprotan tersebut tidak mengganggu aktivitas pada siang hari.

“Kami akan melaksanakan penyemprotan disinfektan secara rutin di malam hari,” kata Bupati Kudus, HM Hartopo, seperti dirilis laman resmi Pemkab Kudus.

Selain penyemprotan disinfaktan, Pemkab Kudus bersama pihak terkait juga akan memantau pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Menurut penilaian Hartopo, sejumlah pusat perbelanjaan juga telah menerapkan PPKM darurat secara baik. Penilaian tersebut disampaikan setelah dia meninjau sejumlah tempat, mulai dari KFC, Pasar Kliwon, Hypermart, dan ADA Swalayan.

Ketika meninjau KFC, dia mendapati resto penjual ayam goreng tersebut telah menaati ketentuan PPKM darurat, dengan hanya melayani take away.

Pihak KFC juga telah merapikan meja kursi, sehingga pengunjung yang datang tidak bisa makan di tempat. Sementara itu, saat ini Ramayana tidak beroperasi.

“KFC sudah mematuhi aturan, hanya melayani take away,” paparnya.

Pemandangan berbeda dia lihat di Pasar Kliwon, kemarin. Di tempat makan di pasar itu, pengelola justru belum menerapkan aturan PPKM darurat. Untuk itu, Hartopo memperingatkan agar pedagang segera merapikan meja kursi pelanggan dan menutup layanan makan di tempat.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Kudus, untuk memonitor tempat makan di Kudus. Jika peringatan tidak ditindaklanjuti, maka Pemkab Kudus akan menutup tempat makan tersebut.

“Kami memperingatkan beberapa tempat makan di Pasar Kliwon karena masih membuka layanan makan di tempat,” ujarnya.

Perjalanan berlanjut Hypermart dan ADA Swalayan. Di kedua kedua modern ini, Hartopo melihat protokol kesehatan sudah dilaksanakan, termasuk dengan membatasi jumlah pengunjung.

Pasar swalayan ADA yang berkapasitas 300 pengunjung, telah membatasi pengunjung hingga hanya 25 persen atau maksimal 75 orang saja. Selama PPKM darurat, pihaknya meminta swalayan, hanya menjual bahan-bahan pokok sehari-hari. Hartopo juga memastikan tempat makan di dalam swalayan hanya melayani take away.

“Pihak swalayan telah membatasi pengunjung yang datang, begitu pula tempat makan di dalam hanya melayani take away,” jelasnya.

Pihaknya menyampaikan keseluruhan tempat sudah menerapkan ketentuan PPKM dengan baik. Monitoring akan terus dilakukan selama PPKM darurat berjalan. (HS-08)

Share This

Kisah Susu Mbok Darmi, Dari Kantin Kampus Kini Miliki 36 Outlet dan 130 Karyawan

Bintara Remaja Polda Jateng Dibekali Kemampuan Tracing