in

Pemkab Klaten Upayakan Penambahan Lahan untuk Srinuk dan Srinar

Foto : Klatenkab.go.id

 

HALO KLATEN – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten, menargetkan penambahan luas lahan tanam padi rojolele Srinuk dan Srinar pada tahun 2022. Penambahan ini diupayakan untuk memenuhi permintan pasar yang kian meningkat.

Kepala DPKPP Klaten, Widiyanti mengatakan peningkatan permintaan tersebut antara lain terjadi karena ada kebijakan Pemkab Klaten, yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Klaten, untuk membeli beras produksi petani. Saat ini padi rojolele Srinuk dan Srinar telah dikembangkan dengan dengan luas lahan tanam sekitar 100 hektare.

“Lahan tanamnya berada di tiga wilayah, salah satunya di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo yang menjadi lokasi panen raya padi Srinuk dan Srinar bersama Bupati Klaten, Senin lalu. Lahan ini merupakan lahan pengembangan yang dipantau langsung oleh DPKPP Klaten,” kata dia, Rabu (13/10), seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Selain tanaman yang masuk di lahan pengembangan, terdapat sekitar 50 hektare sawah yang ditanami varietas unggulan ini, oleh petani lokal secara mandiri. Adapun 150 hektare lahan tanam padi rojolele Srinuk dan Srinar, tersebar di Polanharjo, Delanggu, Wonosari, Juwiring, Karanganom, Trucuk, Ceper, Kalikotes, Klaten Selatan, Jogonalan, Karangnongko, dan Manisrenggo.

“Srinuk menjadi varietas favorit petani, khususnya yang menanam secara mandiri. Karena memiliki bulir lebih besar, sementara ciri khas Srinar memiliki bulir lebih ramping dan Panjang,” paparnya.

Widiyanti menjelaskan hasil panen di lahan perkembangan Desa Kahuman, mencapai rata-rata 7,9 ton gabah kering giling, sementara potensi panen mencapai 9,75 ton per hektare.

Capaian hasil panen tersebut dinilai cukup representatif jika disandingan dengan hasil panen padi varietas unggulan lainnya.

“Capaian hasil panen di lahan pengembangan ini menjadi penting untuk menarik minat petani lokal agar mau menanam padi rojolele Srinuk dan Srinar. Kami juga gencar sosialisasi, salah satunya lewat panen raya agar semakin banyak petani yang berminat menanam padi unggulan ini dan luas penanamannya semakin meningkat,” katanya menjelaskan.

Sementara untuk memenuhi permintaan beras Srinuk dan Srinar khususnya di kalangan ASN, diperkirakan membutuhkan lahan tanam seluas 300 hektare. Luasan tersebut berdasarkan hitungan potensi panen yang dibandingkan jumlah ASN dan pegawai BUMD yang menjadi konsumen beras Srinuk dan Srinar.

“Kebutuhan untuk sekitar 9.300 ASN dan pegawai BUMD yang ada di Kabupaten Klaten dalam setahun, ini menjadi perhitungan kami. Dibutuhkan sekitar 300 hektare luas lahan tanam padi Srinuk dan Srinar, tentunya ini akan ditambah secara bertahap,”katanya. (HS-08)

Share This

Indonesia Rally 2021, Bupati Karanganyar Minta HDCI Ikut Promisikan Wisata

Bapenda Kota Semarang: Tunggakan Pajak PBB Masih Capai Rp 35 Miliar