Pemkab Izinkan Ibadah di Luar Rumah, Ini Syaratnya


Rapat Koordinasi bersama Pimpinan Pondok Pesantren, Organisasi Masyarakat Islam, Organisasi Pemuda serta RAPI dan ORARI yang dipimpin oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto, di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kamis (22/4/2021).

 

HALO KENDAL – Dalam rangka menjaga terpeliharanya stabilitas dan kondusifitas wilayah, Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar Rapat Koordinasi bersama Pimpinan Pondok Pesantren, Organisasi Masyarakat Islam, Organisasi Pemuda serta RAPI dan ORARI.

Acara dipimpin oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, yang hadir didampingi Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dan Sekda Kendal Moh Toha, di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kamis (22/4/2021).

Bupati menyampaikan beberapa hal yang menjadi pokok pembahasan dalam rakor, di antaranya terkait Surat Edaran (SE) Menteri Agama No 4 Tahun 2021 tentang panduan ibadah dan SE Bupati No 451/1082/2021 tentang panduan ibadah.

Kedua perihal anjuran Mudik Lebaran, ketiga melakukan antisipasi radikalisme dan terorisme selama bulan suci Ramadan.

“Edaran untuk pelaksanaan ibadah di luar rumah, sudah diberikan kelonggaran pelaksanaannya. Tapi tetap harus memperhatikan adanya protokol kesehatan,” tandas Dico.

Menurutnya, masyarakat yang mau melaksanakan ibadah di luar rumah, sudah diperbolehkan. Seperti tadarus, tarawih berjamaah maupun salat berjamaah.

“Tapi ada beberapa syarat tentunya, baik dari kapasitas orang harus 50 %, termasuk tidak mengabaikan prokes seperti adanya jaga jarak selama beribadah,” tukas Dico.

Adapun dasar diselenggarakannya Rakor Kondusivitas oleh Kesbangpol Kendal yaitu berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2019 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Kewaspadaan Dini di Daerah.

Sementara itu, usai acara, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki menambahkan, dari Rakor ini diharapkan penyelenggaran ibadah di bulan Ramadan, dapat terlaksana dengan aman dan terhindar dari penyebaran Covid-19.

“Dengan penerapan protokol kesehatan, kemudian terciptanya koordinasi, konsolidasi serta hubungan yang sinergi, sehingga semua berjalan dengan baik dan masyarakat bisa merasa nyaman dalam menjalankan ibadah puasa,” ungkapnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.