in

Pemkab Demak Berharap Predikat Kabupaten Informatif Terus Berlanjut

Foto : Demakkab.go.id

 

HALO DEMAK – Pemkab Demak berharap dapat mempertahankan predikat sebagai Kabupaten informatif, pada tahun-tahun mendatang. Belum lama ini Pemkab Demak, untuk kali kedua berhasil mempertahankan predikat Kabupaten informatif.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak, Endah Cahyarini, Rabu (15/12) terkait penghargaan yang didapatkan Pemkab Demak, sebagai juara kedua Kabupaten informatif, pada Penganugerahan Badan Publik oleh Komisi Informasi (KI) Jawa Tengah Tahun 2021, di ruang kerjanya.

“Tidak mudah bagi kami, untuk mempertahankan sebagai Kabupaten informatif, karena dari tahun ke tahun, baik itu dari penilaian websitenya, penilaian SAQ, verifikasi SAQ, kemudian ada uji publik. Ini merupakan sesuatu yang sangat berat. Namun berkat komunikasi, koordinasi dan konsultasi dari semua pimpinaan badan publik di Kabupaten Demak, semuanya berjalan lancar,” kata Endah, yang juga menjabat sebagai Ketua Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Demak.

Dia berharap, dengan penghargaan yang diperoleh, semua badan publik di Demak dapat membentuk PPID.

Lanjut dia di Demak terdapat 50 badan publik yang sudah membentuk PPID. Dari jumlah itu, 42 di antaranya adalah PPID yang dibentuk di 42 organisasi perangkat daerah; 1 PKK, dan 7 BUMD.

”Ini sebuah lembaran baru untuk Demak karena sebelumnya BUMD belum membentuk badan publik,” kata dia, seperti dirilis Demakkab.go.id.

Untuk Tahun 2022, akan dibentuk PPID di instansi vertikal, seperti kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan.

Sementara, Kabid Komunikasi dan Statistik Agus Pramono mengatakan, dalam penganugerahan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun kemarin fokus pada PPID utama, tapi tahun ini sudah mulai nilai gabungan antara PPID utama dengan PPID pembantu.

“Tahun ini di haruskan dari KI provinsi melibatkan 5 OPD PPID pembantu yang mendapat anggaran Covid-19 meliputi  Dinkes, BPBD, Dinnakerind, Dingdakop UKM, dan Dinsos,”katanya.

Dirinya mengungkapkan, dengan keberadaan PPID dapat mempermudah pimpinan OPD atau badan publik untuk mendapatkan informasi melalui website. “Badan publik tidak usah repot-repot melayani manakala ada seseorang atau lembaga meminta informasi tentang penggunaan anggaran A atau B atau rencana kegiatan OPD. Tingal buka di website OPD masing-masing.”

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, untuk inovasi PPID tahun 2022, pihaknya akan menggencarkan pada program Peri Pesek (Permohonan Informasi Tanpa Perlu Sengketa) selain itu pihaknya akan melakukan aduan on air (langsung) lewat radio yang akan diitegrasikan melalui Youtube dan Zoom.

“Ini sebuah informasi yang luar biasa, mungkin bisa saya pastikan Demak satu-satunya di Indonesia menggunakan model jawaban on air sampai tuntas. Semoga saja pimpinan daerah akan tetap melaksanakan itu untuk inovasi yang dilakukan dan dapat menjadi gambaran Demak terbuka dan informatif,” kata dia.

Sebelumnya, Pemkab Demak kembali meraih juara kedua, sebagai Kabupaten Informatif, dalam Penganugerahan Badan Publik Komisi Informasi  (KI) Jawa Tengah Tahun 2021.

Pada tahun sebelumnya Demak juga menerima penghargaan yang sama. Dalam ajang KI Award tahun ini Demak Bersaing ketat dalam nominasi 8 besar meliputi Kota/Kabupaten Surakarta, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Batang, Kabupaten Banyumas dan Kota Semarang.

Penyerahan Penghargaan dilakukan oleh Ketua PWI Jateng, Amir Mahmud didampingi Komisioner Komisi Informasi Jawa Tengah, Ermy Sri Ardhyanti kepada Wakil Bupati Demak Ali Makhsun, Selasa (14/12/21) malam di Kampus Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Acara yang dilaksanakan secara offline tersebut dapat juga disaksikan secara online melalui stasiun televisi TVKU dan chanel youtube TVKU ch49 Universitas Dian Nuswantoro. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimun, Komisioner KI Pusat, PPID seluruh Jawa Tengah, media serta tamu undangan.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Sosiawan dalam sambutannya menyampaikan, dalam KI award tahun 2021 memiliki beberapa keistimewaan yaitu pertama penyelengaraan ini berada dimasa pandemi yang belum berakhir. “Tentu harus banyak penyesuaian yang kita lakukan baik obyek monitoring dan evaluasi dan beberapa tahapan di percepat namun tidak mengurangi arti dan substansi tahapan monev 2021.”

Kedua, pada pelaksanaan uji publik hampir dihadiri seluruh pimpinan badan publik secara pribadi. “Tentu ini menggembirakan karena ini komitmen kepala daerah dalam keterbukaan informasi menjadi meningkat dari tahun-tahun sebelumnya,”kata Sosiawan.

Yang ketiga yakni, saat ini berada pada situasi dan kondisi dimana informasi yang beredar di ruang publik banyak sekali hal-hal yang tidak mendukung kualitas informasi yang dibutuhkan publik.

“Ini era di mana noise lebih banyak dari pada voice, sehingga publik banyak dibingungkan anomali informasi yang terjadi. Kita juga menyebut tsunami informasi, dimana sulit sekali mengidentifikasi, menelaah, membedakan, memisahkan mana informasi berkualiatas dan informasi yang tidak benar,”terangnya.

“Inilah pentingnya badan publik menjadi agen-agen kebenaran informasi. Saya sangat menyambut baik, pejuang informasi publik berkualitas. Karena mereka menampilkan informasi yang positif,”imbuhnya.

Lebih lanjut Sosiawan mengatakan sangat mengapresiasi komitmen dalam tata kelola keterbukaan informasi publik, yang dilakukan seluruh PPID di Jawa Tengah. (HS-08)

Pemkot Salatiga Kejar Target Penerimaan Pajak Daerah

Buka Larwasda Tahun 2021, Bupati Blora Tekankan Good Governance