in

Pemkab Cilacap Integrasikan Kekuatan Pemadam Kebakaran Dalam Satkar Taru

Peluncuran Satkar Taru, di halaman Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap. (Foto : Cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Seluruh kekuatan pemadam kebakaran di Kabupaten Cilacap, saat ini telah terintegrasi dalam aplikasi Stasiun Pemadam Kebakaran Terpadu (Satkar Taru). Dengan sistem tersebut, musibah kebakaran di Kabupaten Cilacap, bisa ditangani lebih cepat dan terpadu.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, mengatakan telah menerbitkan peraturan Bupati Cilacap Nomor 71 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pembentukan Stasiun Pemadam Kebakaran Terpadu di Kabupaten Cilacap.

“Melalui peraturan Bupati Cilacap tersebut, diharapkan seluruh komponen yang menjadi bagian dari Satkar Taru, akan semakin bersinergi dan memiliki ruang lingkup yang semakin luas, tidak hanya penanggulangan kebakaran,” kata Bupati, ketika memimpin apel bersama, peluncuran Satkar Taru, di halaman Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap, Rabu (16/6).

Apel diikuti pula oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf, Asisten Pemerintahan dan Kesra Dian Setyabudi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Wasi Ariyadi, kepala OPD, serta pejabat di lingkungan Setda Cilacap.

Seperti disampaikan Cilacapkab.go.id, Satkar Taru merupakan aplikasi yang mengintegrasikan kekuatan pemadam kebakaran di Kabupaten Cilacap. Sistem ini sekaligus untuk menjawab persoalan luas wilayah, serta keterbatasan sarana dan jumlah personel pemadam kebakaran.

Stakeholder yang tergabung dalam satuan ini, yaitu Satpol PP Cilacap, Bandar Udara Kelas III Tunggul Wulung Cilacap, PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap, PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Lomanis, PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Maos, PT Pertamina (Persero) Integrated Terminal Cilacap, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Pelindo III (Persero) Regional Jawa Tengah, PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PLTU Cilacap dan PT  Indonesia Power PLTU Adipala.

Menurut Bupati, ancaman bahaya kebakaran merupakan masalah rumit. Sebab keberhasilannya tergantung pada tingkat kesadaran masyarakat dan berbagai komponen terkait.

“Upaya tersebut juga memerlukan komitmen bersama sehingga terintegrasi dengan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang berbasis pengurangan risiko kebakaran dan peningkatan response time penanggulangan kebakaran,” kata Bupati.

Berdasarkan data UPT Damkar Satpol PP Cilacap, pada tahun 2018 ada 110 kejadian kebakaran dengan kerugian mencapai Rp 25,5 miliar. Pada tahun 2019 meningkat menjadi 123 kejadian dengan kerugian mencapai Rp 6,8 miliar, dan pada tahun 2020 menurun menjadi 64 kejadian dengan kerugian mencapai Rp 3,09 miliar.

Adapun response time atau waktu tanggap penanggulangan kebakaran di Kabupaten Cilacap terbilang sangat baik. Data response time tercatat pada tahun 2018 rata-rata 6,9 menit atau 9,1%, tahun 2019 rata-rata 8,3 menit atau 93%, sedangkan pada 2020 rata-rata 6,2 menit atau 83%.(HS-08)

Share This

Duta Genre 2021 Cilacap Diajak Sosialisasikan Pencegahan Stunting

Tingkatkan Infrastruktur, Pemkab Purworejo Luncurkan Aplikasi Jalan Aman