in

Pemkab Batang Pastikan 810 Guru Jadi PPPK

Bupati Batang Wihaji seusai memimpin Upacara Hari Guru Nasional dan HUT Ke-76 PGRI, di halaman Kantor Bupati Kabupaten Batang, Kamis (25/11). (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, memastikan 810 guru Wiyata Bakti (WB) akan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), karena telah telah ditetapkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), untuk formasi tahun 2022.

Bupati Batang Wihaji mengatakan para guru WB, diberi kesempatan untuk menjadi P3K, dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

“Formasi ini dibuka khusus untuk guru P3K dan sudah saya tandatangani. Siap-siap saja di tahun 2022,” katanya, seusai memimpin Upacara Hari Guru Nasional dan HUT Ke-76 PGRI, di halaman Kantor Bupati Kabupaten Batang, Kamis (25/11).

Terkait kebijakan untuk kesejahteraan bagi guru WB, Pemda telah mengkalkulasi kebutuhan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan.

“Yang penting masih sama, dan mungkin jumlahnya akan berkurang, karena ada 810 guru yang terangkat jadi P3K,” ungkapnya.

Dia memastikan, bahwa Pemda berupaya semaksimal mungkin untuk melayani semua hal sesuai kebutuhan guru di Kabupaten Batang.

Ketua PGRI Batang, M Arief Rohman mengatakan kesejahteraan guru WB di Kabupaten Batang masih lebih baik, dibandingkan dengan daerah lain.

“Pemberian Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), di beberapa daerah lain rata-rata masih Rp 500 ribu. Adapun di Kabupaten Batang, Bosda diberikan secara berjenjang dan paling tinggi Rp1,5 juta. Bahkan selain itu, masih mendapat tambahan dari sekolah yang bersumber dari BOS Reguler, besarannya hingga Rp 2,1 juta,” jelasnya.

Pihaknya mengapresiasi perhatian dari Bupati Batang terhadap guru WB di Kabupaten Batang dari sisi kesejahteraan.

“Pemkab Batang juga mendukung peningkatan kapasitas para guru, melihat teknologi juga sangat berperan penting untuk kemajuan dunia pendidikan, melalui pelatihan-pelatihan yang digelar, terlebih di masa pendemi,” tegasnya.

Jumlah guru dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) sampai SMP sebanyak 5.000 guru.

“Jumlah guru WB lebih mendominasi daripada ASN. Sehingga jika dijabarkan 2.700 guru WB dan 2.300 guru ASN,” ujar dia. (HS-08)

Share This

Lapangan Kalicari Kembali Jadi Aset Pemerintah, Hendi Berterima Kasih Kepada Kejari Kota Semarang

Bupati Wihaji Minta PGRI Batang Tingkatkan Dukungan pada Program Kerja Pemkab