Pemilih Berkebutuhan Khusus di Pilwalkot Semarang Boleh Didampingi Keluarga

Pertemuan KPU dengan Calon di Pilwakot Semarang untuk membahas tekhnis pencoblosan, yang di antaranya meliputi desain surat suara, hingga formulir berita acara pemungutan dan penghitungan suara.

 

HALO SEMARANG – KPU Kota Semarang bersama pasangan calon petahana, Hendrar Prihadi dan Hevearita baru-baru ini bertemu untuk membahas tekhnis pencoblosan, yang di antaranya meliputi desain surat suara, hingga formulir berita acara pemungutan dan penghitungan suara.

Bertempat di kantor KPU Kota Semarang, Jalan Pemuda 175 Kota Semarang, hadir dalam kesempatan tersebut pasangan calon yang akrab disapa Hendi-Ita, perwakilan komisioner KPU Kota Semarang, serta perwakilan komisioner Bawaslu Kota Semarang.

Pada pertemuan itu juga dibahas tentang template braille sebagai alat bantu coblos bagi penyandang tuna netra.

Adapun untuk template braille yang digunakan untuk membantu pemilih berkebutuhan khusus, khususnya penyandang tuna netra, akan disediakan KPU secara khusus degan bahan karton. Nantinya akan ada 3.447 template braille yang disediakan untuk  3.447 TPS, sehingga setiap TPS akan disediakan 1 template braille.

Tak hanya itu, jika pemilih berkebutuhan khusus masih tidak dimungkinkan menyalurkan hak suaranya dengan alat bantu yang disediakan, maka pemilih diperbolehkan didampingi oleh keluarganya, saat memberikan hak pilihnya di bilik suara.

Pendampingan oleh keluarga tersebut juga dimungkinkan untuk warga lanjut usia yang memang memerlukannya.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom menegaskan, adanya pendampingan nantinya merupakan permintaan pemilih.

“Atas permintaan pemilih, yang berkebutuhan khusus akan ada formulir pendampingan sendiri yang harus diisi, untuk nantinya dapat didampingi oleh keluarga,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah nantinya, selain didampingi keluarga, saat pencoblosan panitia pemungutan suara setempat juga akan ikut menyaksikan, Henry menyebutkan untuk menjunjung asas langsung, umum, bebas, dan rahasia (luber), KPPS tidak akan ikut mendampingi juga.

“Ya tidak, nanti kalau KPPS ikut menyaksikan jadinya tidak luber,” tegas Henry.

Sementara itu, calon Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) mengapresiasi upaya KPU Kota Semarang dalam meyiapkan hari pemungutan suara.

“Saya meyakini KPU Kota Semarang telah mempersiapkan tekhnis pencoblosan dengan baik, dari mulai protokol kesehatan bagaimana. Untuk sedulur-sedulur difable bagaimana, untuk lansia bagaimana, dan seterusnya,” pungkas Hendi.

“Harapannya tentu saja upaya KPU Kota Semarang bisa didukung oleh masyarakat, sehingga partisipasi pemilihnya bisa tinggi,” tambahnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.