Pemerintah Tak Larang Mudik Lebaran, Ganjar: Harus Terbatas dan Ketat

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto : dok Humas Jateng.)

 

HALO SEMARANG – Walaupun Kementarian Perhubungan membolehkan masyarakat untuk mudik, namun prosedurnya harus diperketat, terutama menyangkit protokol kesehatan.

“Semua harus diperhatikan nanti, berkaitan orang boleh mudik Lebaran. Pertama sistem transportasi mesti ditata, kedua tentu terkait persyaratan-persyaratan prosedur protokol kesehatan, benar-benar ketat,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ditemui di rumahnya, Rabu (17/3).

Dia mengambil contoh warga yang akan mudik menggunakan angkutan umum, wajib melakukan rapid antigen. Atau sesuai aturan Kemenhub, yang mewajibkan penumpang kereta api dan pesawat menggunakan GeNose C-19.

“Jadi prosedurnya mesti diperketat. Kalau tidak melakukan itu, menurut saya tidak boleh. Sehingga kita betul-betul harus menyiapkan itu dengan baik,” tegasnya.

Meski diizinkan, namun pelaksanaan mudik tahun ini, lanjut Ganjar tidak boleh disamakan seperti mudik sebelum pandemi. Jadi mudiknya lanjut dia harus benar-benar terbatas dan ketat.

“Kalau itu mau dilakukan, masih ada waktu untuk menyiapkan, sehingga sarana prasarana transportasi umum itu, pemerintah bisa menyiapkan lebih awal. Mereka yang akan mudik, mesti dilakukan testing sejak awal dan harus benar-benar ketat,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Ganjar juga meminta pemerintah daerah menjaga seluruh pintu-pintu masuk ke wilayah Jateng, untuk mengantisipasi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Pengecekan dengan GeNose, lanjut dia bisa menjadi alat yang praktis, karena bisa mendeteksi dalam waktu singkat.

“Kalau itu dilakukan, maka potensi melakukan mudik secara ketat dan terbatas itu bisa dilakukan. Kalau tidak, tentu kita tidak boleh mengambil risiko lebih berat,” kata dia. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.