Pemerintah Siapkan Tiga Poin Utama Kerangka Kebijakan Pemulihan Ekonomi

Foto : Kemenkeu.go.id

 

HALO SEMARANG – Pemerintah menyiapkan kerangka kebijakan pemulihan ekonomi (PEN), atau bisa disebut Game Changer. Tiga poin utama dalam kerangka kebijakan itu adalah intervensi kesehatan, survival and recovery kit, dan reformasi struktural.

“Game changer yang pertama, adalah intervensi kesehatan. Vaksinasi gratis adalah salah satu bentuknya. Kedua, APBN akan tetap fleksibel menjadi alat pemulihan ekonomi. Yang ketiga itu reformasi struktural, undang-undang cipta kerja, penyediaan lapangan kerja, lalu kalau sekarang kita membuat berbagai macam reformasi itu tujuannya adalah supaya Indonesia menjadi lebih baik di masa yang akan datang,” kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, seperti dirilis Kemenkeu.go.id.

Hal itu diungkap Suahasil Nazara, saat menjadi pembicara, dalam Diskusi Panel Temu Stakeholder, untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional bertempat di Ballroom Hotel Shangrila Surabaya, Kamis (01/04)

Pemerintah pun memberikan dukungan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan korporasi. Selain subsidi bunga untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan non KUR,  Pemerintah juga menyediakan penjaminan bagi perbankan untuk pinjaman UMKM dan korporasi.

“Ini semua adalah bantalan yang disiapkan oleh pemerintah supaya kegiatan ekonomi ada confidence baru. Pengusaha confidence untuk meminjam ke bank, bank confidence untuk menyalurkan kredit, dijamin oleh pemerintah. Berikutnya, pajak akan memberikan seperangkat insentif usaha. Insentif untuk mendukung cashflow, supaya kegiatan ekonomi bergulir lagi,” ungkap Wamenkeu,.

Dalam konteks tersebut, PEN akan terus dilakukan dengan angle utama memperkuat konsumsi masyarakat. Ini berarti PEN akan digelontorkan terus untuk memperbaiki konsumsi masyarakat, memperkuat dan mendorong konsumsi pemerintah, serta mendorong investasi sektor publik.

“Kami dengan BI dengan OJK dengan LPS, kita melakukan sinergi otoritas fiskal, moneter, legislatif dan juga masyarakat. Ini kunci penting ibu bapak pengusaha, dunia usaha yakin bahwa kami dari otoritas fiskal, moneter, legislatif dan juga masyarakat memperhatikan terus kondisi ekonomi dan selalu berupaya mencari yang terbaik. Ini salah satu bentuknya adalah sosialisasi yang kita lakukan pada hari ini,” kata dia.

Selain Wamenkeu, pada acara tersebut hadir pula narasumber lain yaitu Fathan Subchi Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Destry Damayanti Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia dan Heru Kristiyono Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.