in

Pemerintah Mulai Bangun Hunian Tetap Bagi Korban Bencana Banjir di NTT

Kementerian PUPR memulai pembangunan hunian tetap bagi korban banjir dan tanah longsor di NTT (Foto: Setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), akan segera membangun hunian tetap berupa Rumah Instan Sederhana Sehat, bagi warga korban bencana di NTT.

Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo, yang memerintahkan agar para korban bencana segera direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Seperti dirilis Setkab.go.id, Senin (3/5), rumah ini menggunakan teknologi konstruksi knock down, sehingga dapat dibangun dalam waktu relatif cepat, menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya.

Salah satu lokasi yang akan dibangun huntap ini, berada di Waisesa 1, Desa Tanjung Batu, Kabupaten Lembata. Kementerian PUPR telah melakukan pematokan seluas 4,3 hektare dari rencana total luas lahan yang akan dihibahkan sebesar 10 hektare. Pada lokasi ini akan dibangun 154 unit huntap.

Kementerian PUPR, telah melakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan huntap Waisesa 1. Pembangunan mock up Rumah Instan Sederhana Sehat, sejumlah 2 unit juga sedang dilaksanakan dan ditargetkan selesai dalam 2 minggu ke depan.

Pembangunan 2 unit mock up Rumah Instan Sederhana Sehat, juga akan dilaksanakan pada lokasi relokasi lainnya setelah pematokan lahan dan proses hibah dilakukan.

“Kami juga akan melakukan pengujian geolistrik untuk memastikan ketersediaan sumber air bersih pada lahan yang akan dibangun hunta bagi para korban bencana,” ujar Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB) Widiarto.

Sebelumnya dikatakan Widiarto, Kementerian PUPR telah menghitung perkiraan kebutuhan biaya program pembangunan Rumah Rumah Instan Sederhana Sehat dalam rangka relokasi permukiman dengan keperluan anggaran tahun jamak sekitar Rp338 miliar yakni tahun anggaran 2021 sebesar Rp236 miliar dan tahun anggaran 2022 sebesar Rp102 miliar.

Kebutuhan anggaran tersebut dinyatakan Widiarto direncanakan untuk pembangunan sebanyak 1.000 unit Rumah Instan Sederhana Sehat, terdiri dari di Lembata sebanyak 700 unit dan Adonara sebanyak 300 unit. Di samping dua kawasan ini, Pemerintah Daerah mengusulkan empat lokasi tambahan untuk relokasi yaitu di Kabupaten Kupang sekitar 14 unit rumah, Kota Kupang sekitar 530 unit rumah , Kabupaten Alor sekitar 599 unit rumah, dan Kabupaten Rote Ndao sebanyak 153 unit rumah. (HS-08)

Tinjau Vaksinasi Bagi Pelaku Usaha Perdagangan, Presiden: Selalu Pakai Masker Ke Mana Saja

Pemkab Kendal Resmikan Layanan Nomor Tunggal “Panggilan Darurat 112”