Pemerintah Libatkan MUI Pastikan Kehalalan Vaksin COVID-19

Wapres Ma’ruf Amin melakukan wawancara virtual dengan Jubir Satgas COVID-19 dr. Reisa, Jumat (16/10) (Foto: KIP – Setwapres)

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Pusat telah melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memastikan kehalalan vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia. Selain vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh para ahli di Indonesia, pengadaan vaksin juga dilakukan melalui kerja sama dengan negara lain.

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, menjelaskan sejak awal pandemi, pemerintah telah melibatkan MUI. Fatwa MUI banyak menjadi acuan. Seperti dirilis setkab.go.id, Sabtu (17/10), sejumlah fatwa itu antara lain mengenai ibadah salat Jumat, salat Idul Fitri, salat Idul Adha, pembayaran zakat yang dapat dipergunakan untuk penanggulangan pandemi, tata cara beribadah bagi tenaga medis yang menggunakan baju hazmat, serta pemulasaran jenazah.

“Untuk vaksin, saya sudah minta (MUI) dilibatkan dari mulai perencanaan, pengadaan vaksin, kemudian pertimbangan kehalalan vaksin, audit di pabrik vaksin termasuk kunjungan ke fasilitas vaksin di Tiongkok. Kemudian juga terus menyosialisasikan ke masyarakat dalam rangka vaksinasi,” ujarnya.

Wapres menekankan bahwa vaksin yang akan diberikan ke masyarakat harus mengantongi sertifikat halal dari lembaga yang memiliki otoritas, dalam hal ini MUI.

Perusahaan pembuat vaksin Sinopharm dari Uni Emirat Arab serta Sinovac dan CanSino dari Tiongkok, telah menyampaikan komitmennya untuk memasok vaksin ke Indonesia. Tim inspeksi dari unsur BPOM, Kementerian Kesehatan, MUI, dan Bio Farma, juga telah bertolak ke Tiongkok, untuk melihat kualitas fasilitas produksi dan kehalalan vaksin Sinovac dan CanSino.

Sementara data untuk vaksin G42/Sinopharm yang diproduksi di Uni Emirat Arab akan diambil dari data uji klinis di negara tersebut.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan MUI dilibatkan dalam proses pengujian data untuk menjamin kehalalan vaksin Sinovac dan CanSino, begitu juga dengan vaksin G42/Sinopharm. “MUI-nya Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) sudah menyatakan no issue dengan kehalalan vaksin G42” ucapnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.