in

Pemerintah Kota Semarang Libatkan Seniman untuk Bangun Identitas Kota

Monumen patung pahlawan Piere Tendean berdiri megah di Taman Signature Piere Tendean didepan Mal Paragon Semarang.

 

HALO SEMARANG – Dalam upaya mempercantik kota, banyak elemen yang mempengaruhinya agar terlihat menarik dan menonjolkan sisi keunikan. Sarana dan prasarana umum dapat menjadi bagian yang tak terpisahkan dari elemen dasar pembentuk kota dan nilai estetikanya.

Sehingga Pemerintah Kota Semarang, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Pemerintah Kota Semarang berusaha menggandeng seniman Kota Semarang untuk melakukan studi dan perencanaan untuk merealisasikan pembuatan tetenger atau identitas kota.

Seperti dalam hal ini pembuatan patung di ruang publik dan taman kota. Yakni patung pahlawan Nasional Czi Pierre Tendean, yang beberapa waktu lalu diresmikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Adapun seniman yang digandeng Pemerintah Kota Semarang adalah Ponco Widianto, SSn, Hasto Edi Setiwan, SSn sebagai seniman patung dan Gunawan Triwibowo, SSn sebagai seniman desain komunikasi visual. Mereka bertiga adalah alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

“Terima kasih dan kami bangga sekali, karena baru saat sekarang ini, kami diberi ruang oleh Pemerintah Kota sehingga kami punya kesempatan melakukan yang terbaik dengan medium yang kami kuasai yaitu seni. Kami juga sudah sangat lama sekali menunggu kesempatan ini,” kata Ponco Widhianto, Jumat (27/8/2021).

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan, dalam pembangunan taman Pierre Tendean ini melibatkan para seniman dari Kota Semarang. Utamanya, untuk membangun sebuah identitas kota yang berwujud fisik.

“Segala sesuatu yang bersifat fisik yang bisa djadikan pengidentifikasi kawasan tersebut. Identitas fisik yang mudah ditangkap oleh masyarakat adalah suatu objek yang dijadikan acuan terhadap kawasannya, hal–hal yang bersifat monumental, indah, unik, besar dan mudah dilihat biasanya dijadikan masyarakat sebagai acuan atau landmark kota. Jadi secara tidak langsung hal ini menjadikannya objek yang mudah diingat yang mencirikan kawasannya. Salah satunya patung Pahlawan Nasional Pierre Tendean ini,” terang Pipie, sapaan akrabnya.

Dikatakan Pipie, Pemerintah Kota Semarang berencana menggandeng BUMN dan Perusahaan Swasta Nasional lewat program CSR dalam kegiatan pembangunan identitas kota yang lain. Kolaborasi antara Pemkot Semarang dengan pihak swasta sebagai bentuk kontribusi riil bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur estetis kota, seperti halnya pembuatan Patung Portrait Pierre Tendean.

“Untuk selanjutnya Disperkim akan membuat patung-patung, water feature, dan elemen estetika kota atau urban elements baru yang akan dilengkapi taman kota dan berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Yang bisa diakses masyarakat luas untuk fungsi ekologis dan fungsi sosial. Seperti untuk tempat berolahraga, sarana edukasi, rekreasi dan kegiatan ekonomi warga dan masyarakat Kota Semarang. Diharapkan dengan kolaborasi tersebut akan membuat Kota Semarang akan lebih maju dalam melayani kebutuhan warganya dan melahirkan landmark baru yang bercirikan keanekaragaman budaya dan sejarah panjang Kota Semarang,” pungkasnya.(HS)

Share This

Membahayakan, Polda Jateng Minta Masyarakat Tak Pasang Jebakan Tikus Berlistrik

Bareskrim Tetapkan Yahya Waloni Tersangka Dugaan Penistaan Agama