in

Pemerintah Gunakan Kapal Pelni untuk Isolasi Terpusat di Luar Jawa-Bali

Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pemerintah menggunakan sejumlah kapal milik Pelni, untuk dijadikan fasilitas isolasi terpusat (isoter) bagi pasien Covid-19, khususnya di luar Jawa dan Bali.

“Pemerintah mempersiapkan juga isolasi terpusat, di mana isolasi terpusat ini dalam bentuk kapal, yaitu kapal Pelni. Ini uji coba dilakukan di Makassar dan sekarang dipersiapkan di Kota Medan, yaitu KM Bukit Raya dengan kapasitas sekitar 1.000 tempat tidur, kemudian di Lampung itu dipersiapkan KM Lawit sekitar 1.000 juga tempat tidur,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto, seperti dirilis Setkab.go.id.

Sarana isolasi terpusat serupa, juga disiapkan di Padang, Sumatra Barat; Bitung, Sulawesi Utara; serta di Sorong, Papua Barat dan Jayapura, Papua. Selain di kapal Pelni, Pemerintah juga menggunakan wisma haji, sarana diklat, dan berbagai tempat fasilitas lain. Penyediaan fasilitas serupa juga dilakukan di tingkat desa atau kelurahan, kecamatan, dan kota atau kabupaten.

“Kami berterima kasih kepada TNI dan Polri, gubernur, forkopimda, pangdam, kapolda, wali kota, bupati, kapolres, dandim, dan kepala kejaksaan tinggi di masing-masing wilayah, yang terus mendorong agar seluruh pelaksanaannya bisa terintegrasi,” kata Airlangga.

Pada kesempatan itu, Menko Perekonomian juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah berupaya menekan mobilitas di sejumlah wilayah di luar Jawa-Bali, yang memiliki indeks mobilitas tinggi untuk menekan laju penularan Covid-19.

“Dari indeks mobilitas beberapa provinsi, masih menunjukkan positif, di mana ini kita akan tekan untuk turun, yaitu di Kepri (Kepulauan Riau) 2,4 persen, Babel (Bangka Belitung) 1,1 persen, Jambi 0,8 persen, Bengkulu 0,5 persen, Papua 2 persen, Papua Barat 1 persen, dan Maluku 0,2 persen,” ungkapnya.

Kemudian juga Pematang Siantar, Lampung, Jambi di Sumatra; Kota Jayapura di Papua; serta Sumba Timur dan Kupang di Nusa Tenggara Timur.

Selain menekan mobilitas, pemerintah juga terus berupaya untuk memastikan penerapan protokol kesehatan 3M, peningkatan 3T, serta percepatan vaksinasi nasional.

“Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa konsentrasi adalah satu, menekan mobilitas, yang kedua, penanganan di hulu dengan prioritas kepada memakai masker, kemudian yang terkait dengan testing, tracing, dan treatment,” kata Airlangga. (HS-08)

Share This

PSIS Resmi Rekrut Mantan Gelandang Bali United

Terima 150 Ventilator dari New York, Erick Thohir : Persahabatan AS-Indonesia Tulus