Pemerintah Dukung Industri Perfilman dan Kampanye Menonton di Bioskop dengan Aman

Audiensi pelaku industri kreatif khususnya perfilman di Loka Kretagama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta. (Foto : Kominfo.go.id)

 

HALO SEMARANG – Upaya untuk memulihkan ekonomi nasional, terus dilakukan Pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan Pemerintah telah memberikan perhatian kepada industri perfilman.

Menurutnya, bioskop juga sudah dapat dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Tetapi antusiasme masyarakat untuk kembali menonton di bioskop, memang belum bisa segera pulih.

Hal itu disampaikan Airlangga, saat menerima audiensi pelaku industri kreatif khususnya perfilman di Loka Kretagama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, belum lama.

Audiensi juga dihadiri tokoh perfilman Indonesia, antara lain Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand Parwez dan Angga Dwimas Sasongko. Hadir pula secara daring, wakil beberapa asosiasi yang terkait dengan industri perfilman.

“Pemerintah pasti mendukung penuh upaya kampanye nonton di bioskop yang aman, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Saya berharap bioskop-bioskop bisa lebih gencar lagi, menggaungkan bahwa nonton di bioskop akan tetap aman dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kalau stigma itu bisa sampai ke publik, mereka akan kembali berani nonton di bioskop. Penuhi persyaratan itu, nanti akan kita dorong,” kata Airlangga, seperti dirilis Kominfo.go.id.

Menurut dia, Presiden Jokowi juga secara langsung telah memberi arahan, khusus untuk industri perfilman, pekerja film dan pekerja budaya.

“Maka dari itu, kehadiran ini sangat penting. Saya juga sudah menerima usulan-usulan yang telah disampaikan teman-teman kepada Bapak Presiden,” kata Menko Airlangga.

Pada kesempatan tersebut itu, Menko Airlangga didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Mereka menerima masukan insan perfilman mengenai data  90% pemasukan industri perfilman berasal dari bioskop yang merupakan hilir dari industri ini. Mereka menerangkan bahwa pemutaran film melalui digital platform atau streaming belum bisa memenuhi kebutuhan produksi film.

Ramainya bioskop memiliki efek sampai ke pekerja film sehingga kampanye menonton film di bioskop perlu digaungkan. Selain itu, mereka pun menyampaikan usulan stimulus pengalokasian dana pemulihan ekonomi nasional demi mendukung industri perfilman Indonesia.

“Saya telah membaca usulan-usulan, yang disampaikan terkait alokasi dana pemulihan ekonomi nasional untuk sektor perfilman. Dari audiensi ini saya berharap bisa mendapatkan data-data yang konkret dan akuntabel sehingga bisa mendukung Pemerintah dalam mengambil keputusan, khususnya kebijakan mendukung pemulihan di sektor perfilman,” tambah Menko Airlangga.

Perwakilan tersebut menyampaikan bahwa pada tahun 2016, terdapat 2.418 jumlah usaha yang bergerak di sub-sektor film, animasi dan video, dengan jumlah tenaga kerja pada tahun 2019 diproyeksikan lebih dari 50.000 orang.

Dalam kesempatan kali ini perwakilan dari perfilman menyampaikan bahwa sejak industri film diangkat dari Daftar Negatif Investasi (DNI) di tahun 2016, industri film Indonesia mengalami peningkatan 20% dari segi investasi. Pada akhirnya industri film tanah air mampu tumbuh dan masuk dalam 10 industri film terbesar di dunia.

Hal ini merupakan pencapaian tertinggi, sepanjang sejarah industri perfilman Indonesia. Mereka mengharapkan pencapaian ini tidak hanya menjadi kenangan. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.