in

Pemerintah Akan Uji Coba PeduliLindungi di Pasar Tradisional, Termasuk Wonodri Semarang

Mendag Muhammad Lutfi (Foto: Setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, akan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan melalui aplikasi PeduliLindungi di enam pasar, salah satunya di Pasar Wonodri, Kota Semarang.

Berdasarkan usulan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), selain Wonodri, lima pasar lain akan dijadikan tempat uji coba. Masing-masing adalah Pasar Mayestik Jakarta, Pasar Blok M Jakarta, Pasar Baltos Kota Bandung, Pasar Modern BSD Kota Tangerang Selatan, dan Pasar Modern 8 Alam Sutera Kota Tangerang. Keenam pasar tersebut, telah mendapat QR Code dari Kementerian Kesehatan.

Penerapan aplikasi ini, menurut Muhammad Lutfi, dilakukan untuk memberikan rasa aman pada pengelola, pedagang, dan masyarakat yang berbelanja di pasar-pasar itu.

“Ada beberapa pasar rakyat yang akan diuji coba dengan memperhatikan tingkat vaksinasi pedagang dan pengelola pasar rakyat,” kata Mendag, seperti dirilis Setkab.go.id.

Sementara itu saat meninjau Pasar Badung, Denpasar, Bali, Sabtu (25/09), Lutfi juga mengatakan terdapat beberapa pertimbangan pelaksanaan uji coba PeduliLindungi di pasar rakyat.

Di antaranya, pedagang dan pengelola pasar rakyat sudah seratus persen divaksin. Selain itu pasar rakyat telah menerapkan protokol kesehatan, sesuai rekomendasi Kemendag.

Pada pasar rakyat juga memiliki akses pintu masuk dan keluar yang dapat dikontrol pengelola, serta memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam penerapan protokol kesehatan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) dalam penerapan aplikasi PeduliLindungi.

“SOP PeduliLindungi sangat penting agar dapat berdampingan dengan Covid-19 karena pandemi ini tidak akan cepat selesai dan kegiatan ekonomi dapat berjalan kembali,” ujarnya

Lutfi menekankan, kesuksesan implementasi aplikasi PeduliLindungi di pasar rakyat, sangat tergantung pada kesadaran dan peran aktif masyarakat, terhadap pengendalian Covid-19 serta kesiapan SDM pengelola pasar rakyat, khususnya dalam sosialisasi, pemeriksaan, dan pemantauan penerapan aplikasi PeduliLindungi.

Selain itu, diperlukan kesiapan sarana prasarana pencegahan Covid-19 di pasar rakyat, seperti fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, dan masker.

Berdasarkan survei yang dilakukan Kemendag, tingkat vaksinasi pedagang pasar secara nasional mencapai 62 persen. Sementara di Pasar Badung tingkat vaksinasi pedagang dan pengelola telah mencapai seratus persen dengan skor indeks pengendalian Covid-19 sebesar 69.

“Adanya penerapan aplikasi PeduliLindungi serta vaksinasi pedagang dan pengelola pasar yang mencapai seratus persen, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan keamanan bagi konsumen berbelanja kembali ke pasar rakyat serta meningkatkan omzet para pedagang pasar,” tandas Lutfi. (HS-08)

Share This

Destinasi Wisata Sungai Akan Dikembangkan BUMDes Kalirejo Kangkung

Pencegahan Covid-19 di PON XX Papua, Polri Kirim Resimen Vaksinator, BNPB 350 Ribu Masker