in

Pemeriksaan Robohnya Pasar Sementara Weleri I Selesai, Inspektorat: Bupati Yang Akan Menyampaikan

Kepala Inspektorat Kendal, Sugeng Prayitno saat melakukan sidak ke lapak sementara Pasar Weleri 1.

 

HALO KENDAL – Tidak ingin kembali terjadi insiden pasar roboh diterpa angin yang bisa membahayakan keselamatan jiwa, para pedagang Pasar Weleri meminta pembangunan Pasar Weleri Sementara I (Darurat) dievaluasi.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Weleri, Warno kepada wartawan, Rabu (29/9/2021).

Menurutnya dengan kejadian robohnya bangunan pasar sementara, membuat para pedagang merasa ragu untuk menempatinya.

“Kami merasa takut dan was-was, kejadian seperti beberapa hari lalu. Takutnya nanti sudah ditempati, pasar roboh lagi,” ucap Warno.

Dirinya mengaku, jika rencananya para pedagang Pasar Weleri akan direlokasi ke Pasar Darurat awal September lalu. Namun, belum sempat ditempati, malah bangunan sudah roboh.

“Untung saja belum kami tempati. Untuk itu kami meminta kepada Bupati Kendal dan dinas terkait untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap hasil bangunan pasar darurat. Jangan sampai nanti sudah ditempati terjadi insiden kecelakaan kerja yang tidak diinginkan,” ungkap Warno.

Selain itu dirinya juga meminta kepada Bupati untuk melengkapi pasar darurat dengan sarana pendukung lainnya. Terutama drainase atau saluran air dan juga jaringan listrik.

“Sebab kalau tidak ada drainase maka pasar akan terendam air dan becek saat musim hujan. Saat kami lihat kondisi sekarang pasarnya banyak kubangan air karena drainase belum dibangun,” ujarnya.

Sedangkan jaringan listrik, dibutuhkan untuk penerangan. Sebab, lanjut Warno, dengan rapatnya bangunan, saat ditempati nantinya bagian tengah akan sangat gelap.

“Selain penerangan, kami juga butuh untuk kipas, kalau tidak ada kipas, terutama yang lokasinya berada di tengah, maka akan sangat panas sekali,” imbuhnya.

Dirinya juga meminta kepada para pedagang untuk bersabar. Karena saat ini pasar masih dalam tahap proses dibenahi akibat roboh.

“Keamanan dan kenyamanan pedagang dan pengunjung pasar itu yang diutamakan, dan itu harus jadi prinsip dasar pembangunan pasar darurat,” jelas Warno.

Terpisah, Kepala Inspektorat Kendal, Sugeng Prayitno mengatakan, jika hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Auditor Inspektorat Kendal telah selesai.

“Hari ini, Rabu (29/9/2021), kami evaluasi dan selesai. Hasilnya segera akan kami serahkan kepada pimpinan yakni Bupati Kendal,” terangnya.

Perihal hasil dan rekomendasi dari Inspektorat seperti apa, Sugeng mengaku tidak berani mempublikasikan.

“Biar nanti pimpinan (Bupati Kendal-Red) yang akan memberikan statemen. Kita tunggu saja,” kata Sugeng.

Diketahui, sebanyak 17 los yang rencananya akan ditempati 136 pedagang Pasar Weleri roboh karena diterpa angin. Padahal kondisinya baru selesai dibangun dengan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar.(HS)

Share This

Polda Jateng Ungkap Penyelundupan Benih Lobster Dengan Kerugian Negara Mencapai Rp 2,3 Miliar

Pria Asal Banjarnegara Ditemukan Meninggal Dunia Usai Ceburkan Diri Ke Sungai