Pemenang Film Pendek Kesehatan di Klaten : Pergulatan Ego dan Mr X

 

HALO KLATEN – Film pendek berjudul Mr X yang bercerita tentang perang ilusi dalam diri sang tokoh utama, Dina untuk memakai masker saat mau pergi bermain, dinobatkan sebagai Juara I dalam Lomba Film Promosi Kesehatan 2020, yang diadakan Dinas Kesehatan Klaten. Penataan cahaya, suara, permainan tokoh dan alur cerita yang simpel tetapi mengena, mencuri perhatian para juri.

Ketika menonton film itu, mungkin banyak yang tidak menyangka, bahwa karya sinematografi untuk edukasi kesehatan tersebut adalah garapan sutradara yang tercatat sebagai pelajar SMK.

Adalah Betrand Valentino, siswa berumur 18 yang tinggal di Jebugan, Klaten Utara, Klaten menjadi tokoh penting di balik layar. Tercatat sebagai pelajar kelas tiga SMK Negeri 1 Klaten, Betrand yang bercita-cita menjadi sutradara kondang itu bisa menghasilkan karya film berkualitas.

“Film Mr X dilatarbelakangi banyaknya anak muda yang ngeyel, enggan memakai masker. Padahal pemakaian masker adalah kebiasaaan baru di masa Covid-19. Masker bukan saja bagian protokol kesehatan, tapi menjadi pelindung kesehatan yang penting agar tidak terpapar Covid-19,” jelas Betrand, saat seperti dirilis jatengprov.go.id Jumat (23/10).

Bagi Betrand dan kawan-kawan kru filmnya, lomba film menjadi ajang menguji talenta muda untuk berkarya di bidang perfilman. Meski berbagai lomba dan festival film telah diikuti, bagi pelajar jurusan Seni Broadcasting dan Film SMK Negeri 1 Klaten ini, film Mr X yang dihasilkan diharapkan bisa membantu pemerintah bersosialisasi tentang protokol kesehatan.

“Ada 10 teman yang terlibat dalam pembuatan film ini. Butuh lima hari penggarapan untuk menyelesaikanya. Tapi praproduksi cukup lama. Ada proses latihan tokoh, penguatan tokoh dan karakter, pembacaan naskah sampai gladi bersih. Dina sebagai tokoh utama adalah teman di sekolah. Film Mr X menjadi film kami yang ketujuh. Saya lupa ini kemenangan lomba film yang ke berapa. Tapi yang terpenting film kami bisa bermanfaat,” ungkap Betrand.

Sebagai informasi, film Mr X bercerita tokoh Dina, yang diperankan Maureen Tyas, remaja yang sering mengabaikan pesan mamanya untuk memakai masker. Pesan demi pesan sang mama tak digubris Dina dan dianggapnya sebagai angin lalu. Padahal padahal penularan Covid-19 mengancam setiap saat.

Tapi tak disangka batin Dina berkecamuk. Ia terperangkap dalam dunia ilusi. Terjadi perang antara egonya dan Mr X sebagai tokoh imajiner datang dari dunia antah berantah, yang kemudian memberikan nasihat baik, agar Dina memakai masker.

Dina bersikukuh dirinya masih muda dan tak mungkin terkena corona. Mr X pun terus mengingatkan bahwa orang-orang yang disayangi Dina, tertular karena kecerobohannya tak bermarker.

Dina diseret logika ke alam bawah sadar, akan penatnya ruang isolasi yang sunyi, hingga ke ruang mayat. Nyali Dina pun ciut, tatkala melihat mayat-mayat korban corona terbujur kaku tinggal nama di ruang jenazah.

Nasihat Mr X berhasil membetot kesadaran Dina. Dipeluklah sang mama sesaat setelah diikatkan selembar kain masker menempel di wajahnya. Dina baru sadar, betapa kasih sayang dan kesabaran ibu, tak pernah berakhir sepanjang langkah bagi keselamatan buah hatinya, walaupun sang anak sering keras kepala. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.