in

Pemdes Pucangrejo Gemuh, Bentuk Panitia Lelang “Bondo Deso”

Musyawarah untuk membentuk Panitia Lelang di Balai Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Rabu malam (8/9/2021).

 

HALO KENDAL – Dalam rangka Lelang Sawah “Bondo Deso” (bengkok desa), Pemerintah Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal mengadakan musyawarah untuk membentuk Panitia Lelang di Balai Desa Pucangrejo, Rabu malam (8/9/2021).

Acara pembentukan panitia lelang, dipimpin oleh Kepala Desa Pucangrejo dan dihadiri oleh perangkat desa, Kepala Dusun dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Kegiatan ini, digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sehingga peserta disediakan tempat cuci tangan, menggunakan masker, dan memberi jarak tempat duduk.

Kepala Desa Pucangrejo, Agus Riyanto menjelaskan, lelang bondo deso merupakan lelang tanah sawah milik desa yang akan dikerjakan kegunaannya oleh warga desa.

Dirinya berharap, dalam pelaksanaan lelang nanti, semuanya dapat mengendalikan diri, menjaga etika, serta mematuhi aturan dan tata tertib yang sudah ditetapkan, juga menerapkan protokol kesehatan.

“Sehingga acara lelang dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Karena hasil lelang ini, akan digunakan untuk pembangunan dan kepentingan desa,” harap Kades Pucangrejo.

Agus juga memaparkan, beberapa tata tertib yang harus ditaati para peserta lelang yang dijadwalkan tanggal 18 September 2021. Yang utama adalah peserta lelang harus warga Pucangrejo. Kenaikan ketukan Rp 100 ribu.

Maksimal lelang hanya dua bidang (sebahu). Selain itu peserta lelang harus sudah lunas lelang tahun 2020.

“Setelah itu pemenang lelang harus membayar uang muka sebesar 25% dari harga lelang dan harus membayar PBB bersamaan pembayaran uang muka,” papar Agus.

Selain itu, lanjutnya, pemenang lelang harus bisa melunasi 15 hari setelah pelaksanaan lelang.

“Apabila pemenang lelang tidak bisa melunasi sampai batas waktu yang ditentukan, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan gugur, dan uang mukanya hilang,” jelas Agus.

Setelah itu, akan dilakukan lelang tiga kali. Ditambahkan, jika pada lelang pertama tidak terjual (tidak laku), maka akan dilelang pada lelang kedua dan ketiga.

“Saya pesan kepada para pemenang lelang nanti, agar sawah bondo deso tersebut dapat ditanami dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tutup Agus.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pucangrejo, Mukharor memaparkan beberapa letak sawah yang dilelang. Di antaranya, blok Semangu (Bugel Wetan) luas total 28,960 meter persegi yang dibagi dalam delapan letak sawah, dengan harga dasar Rp 3,5 juta – Rp 6 juta.

Sedangkan untuk blok Bugel, luas total 23,650 meter persegi, yang dibagi dalam enam letak sawah, dengan harga dasar Rp 5 juta – Rp 6 juta.

“Berikutnya, untuk blok Segebang, luas total 13,450 meter persegi, yang dibagi dalam empat letak sawah, dengan nilai dasar Rp 6 juta – Rp 6,5 juta dan satu letak sawah eks bengkok Jogoboyo, luas 3,200 meter persegi, dengan nilai dasar lelang Rp 7,250,000,” papar Mukharor.(HS)

Share This

Limbah Ciu Cemari Bengawan Solo Lagi, Ganjar: Ini Sudah Kebangetan

Pemerintah dan DPR Sahkan UU AAEC, Perdagangan Online Bakal Ketat