Pembunuhan Wanita Di Hotel Royal Phoenix Terungkap, Ternyata Ada Praktik Prostitusi Online

Pelaku pembunuhan wanita di Hotel Royal Phoenix digelandang petugas kepolisian.

 

HALO SEMARANG – Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus pembunuhan Mulyanti (24) warga Sidajaya, Cipunagara, Kabupaten Subang yang ditemukan meninggal dunia di lemari kamar 102 Hotel Royal Phoenix, Kamis (11/2/2021).

Pelaku pembunuhan diketahui bernama Okta Apriyanto (29) warga Wonosobo, yang juga suami siri korban. Motifnya, karena pelaku mengaku kesal dengan korban, yang cemburu dengan suatu alasan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahamad Luthfi bersama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memimpin langsung gelar kasus pembunuhan tersebut di Polrestabes Semarang.

- Advertisement -

“Saat itu yang bersangkutan sedang cekcok kemudian pelaku mencekik korban dua kali dan dibenturkan ke lantai. Setelah pelaku tahu korban meninggal dunia, kemudian memasukkan jasad korban ke dalam lemari hotel,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar saat rilis kasus, Jumat (12/2/2021).

Irjen Pol Ahmad Lutfi mengatakan, kekesalan pelaku diduga karena korban cemburu karena menjumpai pelaku sedang berbincang bersama wanita lain.

“Pelaku tersinggung dengan kata-kata korban, kemudian mencekik korban dan mayatnya dimasukan lemari,” kata Irjen Pol Ahmas Luthfi.

Lebih lanjut, Irjen Pol Ahmad Lutfi menerangkan, pelaku merupakan pasangan yang menjalin hubungan pernikahan siri (atau tanpa pencatatan hukum negara).

Korban dan pelaku diduga merupakan pelaku bisnis prostitusi online lewat aplikasi ponsel pintar. Pelaku sengaja “menjajakan” korban dan menempatkan di Hotel Royal Phoenix selama beberapa hari.

“Korban bekerja sebagai PSK sementara pelaku hanya menerima uang saja dari hasil bisnis prostitusi online,” imbuhnya.

Di hadapan polisi, tersangka mengaku mendapatkan uang dari hasil kerja korban sebagai PSK dengan transaksi lewat aplikasi.

“Saya patok harga Rp 350 ribu, saya dapat Rp 100 ribu, Rp 150 ribu untuk kamar, sisanya buat Mulyanti,” terang pelaku.

Usai aksi pembunuhan tersebut, pelaku mengambil uang Rp 100 ribu serta membeli handphone kemudian melarikan diri ke Wonosobo.

Dalam pelarian tersebut, ternyata keberadaan pelaku terlancak oleh polisi. Kemudian jajaran Polrestabes Semarang berhasil meringkus pelaku tidak lebih dari 12 jam di Wonosobo.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.