in

Pembunuh Siswi Di Kudus Ternyata Bapaknya Sendiri

Pelaku pembunuhan siswi di Kudus sudah diamankan di Mapolres Kudus.

 

HALO KUDUS – Polres Kudus berhasil menangkap pelaku pembunuhan siswi Madrasah Aliyah bernisial HKN (16) yang ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya di Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu, Kudus pada Rabu (2/5/2021) lalu.

Polisi juga memastikan pelaku pembunuhan tersebut merupakan ayah kandung korban yang berinisial S (45) yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Motif pembunuhan tersebut lantaran korban tidak mau diajak berhubungan intim oleh pelaku. Kemudian pelaku emosi dan membunuh anaknya sendiri.

Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan, dari hasil penyelidikan di lokasi kejadian ditemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan bahwa pelaku pembunuhan adalah ayah korban.

Selain itu, hasil dari uji Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng juga memperkuat bahwa ayah korban memang membunuh putrinya.

“Setelah kami telusuri dan tersangka itu inisial S merupakan ayah kandung korban. Ada bukti sperma di tubuh dan celana dalam korban. Setelah diuji DNA Identik dengan ayah korban,” katanya saat konferensi pers di Mapolres Kudus, Senin (24/5/2021).

AKBP Aditya menjelaskan, korban sempat diperkosa oleh tersangka sebelum korban mengantar adiknya ke sekolah. Dan setelah pulang, tersangka meminta berhubungan intim lagi dengan korban, namun saat itu korban menolak.

“Pertama sudah, yang kedua menolak, akhirnya tersangka marah dan memukuli korban dan dibawa ke dapur. Di situ korban berontak, dan dipukul lagi hingga pingsan, tapi saat diperiksa ternyata korban sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Setelah mendapati korban meninggal dunia, lanjut Aditya, tersangka berusaha menghilangkan jejak dengan menyayat tangan korban dan menaruh tali di tubuh korban, dan tersangka keluar rumah dengan alasan pergi bekerja.

“Jadi dibikin seolah korban itu bunuh diri,” imbuhnya.

Atas perbuatanya tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 338 KUHP.

“Ancaman hukumannnya 15 tahun penjara,” pungkasnya.(HS)

Sosialisasi Wilayah Bebas Korupsi Untuk Pelayanan Masyarakat

Kejar Percepatan Vaksinasi Lansia, Ganjar Ubah Pola Suntikan Vaksin