in

Pembuat Miniatur Kincir Air di Objek Wisata Plumpung Blora, Sepekan Buka Lapak, Pembeli Berdatangan

Kincir air mini buatan Rangga Yuli Anata (31), warga Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Pandemi Covid-19 tak membuat Rangga Yuli Anata (31), warga Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, untuk terus berkarya. Berangkat dari kecintaannya pada seni, Rangga kemudian membuat miniatur kincir angin adalah bambu.

Awalnya, karyanya itu dipajang di lokasi wisata pemandian air panas Plumpung, Desa Nglobo, yang kini kembali ramai dikunjungi wisatawan. Sekitar sepekan silam, dia juga mulai membuat lapak usaha di kawasan objek wisata itu.

Meskipun baru sepekan digelutinya, namun pesanan dari warga sekitar mulai berdatangan. “Sudah ada yang beli dan pesan. Sementara masih di sekitar desa. Tapi ada juga yang pesan untuk dibawa ke luar daerah,” kata dia.

Harga miniatur kincir air karyanya itu, dibanderol dengan harga Rp150.000 per buah. Namun itu tidak termasuk mesin pompa aquarium, untuk menggerakkan kincir air. Untuk pompa kecil itu dia jual secara terpisah. “Kalau mesin pompanya ya beli sendiri. Tapi saya juga sediakan,” kata dia, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Jika mesin pompa aquarium dipasang dan diaktifkan, maka miniatur kincir air yang diletakkan di atas wadah atau tempat berisi air akan bergerak dan memunculkan bunyi ritmis pukulan bambu.

Pada saat yang sama, boneka berbentuk orang di dua sisi kincir akan bergerak, seakan-akan memutar tuas yang membuat kincir berputar.

Lebih lanjut Rangga menuturkan, untuk pemasaran dia juga memanfaatkan media sosial, agar bisa menjangkau konsumen secara lebih luas. Cara ini dilakukan, sekaligus untuk memperkenalkan Pemandian Air Panas Plumpung Nglobo kepada publik, terutama di luar daerah.

“Saya manfaatkan media sosial untuk promosi. Untuk sementara yang berminat silahkan datang sambil berwisata di Pemandian Air Panas Plumpung Nglobo,” ujarnya.

Lanjut dia, untuk membuat miniatur kincir air tersebut, sebenarnya tidak membutuhkan bahan-bahan yang sulit didapat. Bahan utamanya tentu adalah bambu, yang banyak terdapat di berbagai daerah,

“Bahan utamanya bambu, lem, pelitur dan aneka pernik lainnya,” kata dia.

Untuk membuatnya, bambu dipotong sesuai desain dan kemudian dihaluskan dan dirakit sedemikian rupa, hingga membentuk kincir air.

Miniatur kincir air buatannya juga bisa bergerak ketika dipasang mesin pompa yang biasa digunakan di aquarium.

“Bisa bergerak pakai mesin pompa kecil aquarium, medianya air tentunya. Tetapi juga bagus untuk hiasan rumah,” jelas dia.

Rangga mengungkapkan, pembuatan satu buah miniatur bisa diselesaikan dalam satu hari.

“Jadi ini masih merintis, sebelumnya saya buat relief pada pot bonsai. Untuk satu buah miniatur kincir air saya kerjakan satu hari, bahannya dari sekitar lingkungan desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Khusnul, salah seorang pengunjung wisata pemandian air panas Plumpung mengakui tertarik dengan hasil karya Rangga.

“Tertarik, pingin beli buat hiasan di rumah. Bagus. Ini bisa menjadi salah satu suvenir andalan dari sini,” kata dia. (HS-08).

Share This

Pandemi, Pelanggan Tukang Jok Motor di Blora Ini Tak Surut

Wabup Purworejo Ajak Masyarakat Perkokoh Nilai Kebangsaan