in

Pembinaan Usia Muda dan Kompetisi Berjenjang Jadi Target Penerapan Inpres No 3 2019

Menpora Zainudin Amali (tengah) dan Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto (kiri).

 

HALO SPORT – Instruksi Presiden (Inpres) No.3 Tahun 2019 menjadi primadona. Pasalnya ini menyangkut upaya percepatan pembangunan persepakbolaan nasional. Presiden Joko Widodo sangat berharap sepak bola nasional bisa berkembang pesat sehingga mengeluarkan Inpres tentang sepak bola.

Inpres tersebut tak ubahnya wujud dari keinginan dan harapan rakyat untuk menyaksikan sepak bola nasional kian diperhitungkan di pentas internasional. Hasil buruk di kualifikasi Piala Dunia 2022 setelah tim Merah Putih dibantai Vietnam (0-4) dan Uni Emirat Arab (0-5) menunjukkan bila sudah saatnya ada perombakan dalam pembinaan olahraga sepak bola.

Instruksi Presiden Jokowi memberi tekanan pada pembinaan usia muda. Hal yang memang belum mendapat perhatian penuh dari para stake holder sepak bola. Bila menyangkut pembinaan anak-anak remaja dan usia muda, pada akhirnya menggulirkan kompetisi yang berjenjang secara rutin.

Hal itu yang dijelaskan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, dalam agenda Sosialisasi Inpres No. 3 Tahun 2019 di Yogyakarta selama dua hari, Jumat (11/6/2021) dan Sabtu (12/6/2021). Menurut Menpora ada 10 kementerian yang mendapat instruksi dari Presiden melalui Inpres tersebut. Salah satu di antaranya adalah Kemenpora. Dalam Inpres tersebut, ada 10 tugas yang diinstruksikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga.

Menpora menuturkan salah satu hal yang menjadi perhatian penuh dalam Inpres ini adalah melakukan pembinaan usia dini dan usia muda secara berjenjang.

“Dalam inpres tersebut ada penugasan untuk masing-masing kementerian dan lembaga, khusus kepada kami (Kemenpora), setidaknya ada 10 tugas,” kata Menpora.

“Salah satu kesempatan untuk melaksanakan kompetisi berjenjang, dari usia bawah hingga usia tertentu. Pembinaan usia dini secara berjenjang menjadi salah satu fokus utama,” ujar Zainudin melanjutkan.

Meski demikian Kemenpora tak bisa bekerja sendiri sehingga harus menggandeng berbagai pihak, termasuk PSSI. Menopra tegaskan pihaknya akan mempercayakan implementasi Inpres tersebut kepada federasi, termasuk implementasi sepak bola usia dini.

“Untuk teknisnya seperti apa, it menjadi kewenangan PSSI. Kami akan mendukung bahwa satu tugas itu bisa dilakukan dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto menyambut baik perhatian khusus yang diberikan kepada sepak bola usia muda.

Dia memaparkan, PSSI mengajukan pembinaan pemain di usia sekolah yang nantinya disinergikan dengan turnamen tahunan yang sudah ada, yaitu Piala Soeratin.

“Usulan dari PSSI ialah menggelar kompetisi yang ujungnya nanti akan disambut oleh turnamen usia dini yang digelar setiap tahun, yakni Piala Soeratin U-17 dan U-19,” ujar Iwan.

Menurut Iwan embinaan usia muda melalui sekolah juga harus mendapat perhatian. Apalagi saat ini sudah bermunculan sekolah yang membuka kelas sepak bola, yaitu kelas yang diisi anak-anak bertalenta di sepak bola.

“Kami akan menggelar kompetisi antarsekolah. Bahkan sekolah dengan kelas khusus sepak bola juga bisa digulirkan kompetisi,” ucapnya.(HS)

Share This

Usai Dibenahi, Pengunjung Objek Wisata Taman Lele Sedot Pengunjung Lebih 25 Ribu Orang

Raffi Ahmad, Wajah Kolaborasi Bola dan Entertainment