in

Pembinaan Olahraga Tak Jalan Tanpa Peran Pimpinan Daerah

Yakub Adi Krisanto/dok.

 

HALO SPORT – Tanpa peran pimpinan daerah (pimda), pembinaan olahraga di Jateng tak akan berjalan dengan baik. Kepedulian gubernur dan wali kota/bupati memegang peran yang signifikan dalam keberlangsungan pembinaan olahraga.

‘’Dukungan dana yang cukup melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) merupakan pilar penting dalam pembinaan olahraga di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,’’ ungkap Yakub Krisanto Adi, pengamat olahraga yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Yakub membenarkan butuh pengelolaan dana olahraga yang baik dan transparan. Diperlukan prioritas pembinaan dalam penanganan cabang olahraga.

Di antara semua cabang olahraga, lanjut dia, sepak bola yang paling populer. Itu wajar, karena sepak bola paling digemari dan merakyat.

‘’Saya memahami kalau cabang olahraga lain agak iri dengan sepak bola terutama dalam jumlah pemberian dana. Namun, hal itu harus diakhiri karena tim sepak bola paling banyak melibatkan orang,’’ ujar ketua komisi disiplin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng ini.

‘’Dana untuk pembinaan sepak bola paling besar lantaran satu tim komplet bisa melibatkan 30 personel yang terdiri atas pemain, pelatih, dan ofisial,’’ imbuh mantan komisi banding PSSI itu.

Ditanya mengenai sepak bola Jateng, dia menegaskan secara keseluruhan sudah on the track. Dari sisi prestasi, beberapa tim Liga 3 Jateng berhasil promosi ke Liga 2.

Pada kompetisi usia muda, Jateng juga selalu bisa bersaing di tingkat nasional. Namun, secara organisasi masih butuh perbaikan.

Menurut pria 47 tahun ini, sebuah organisasi dikatakan berhasil kalau pengurusnya kompak, kinerjanya terjaga, dan yang terpenting memiliki dana operasional yang cukup.

Tentang kinerja PSSI di bawah pimpinan Mochamad Iriawan (Iwan Bule), pengidola Diego Simeone itu menilai jauh dari harapan. Salah satu yang paling mengganjal adalah terhentinya kompetisi dari Liga 1 hingga Liga 3.

‘’Pandemi bisa jadi alasan kompetisi tidak berjalan, tapi saya lihat PSSI tak punya rancangan program yang baik. Secara organisasi, PSSI juga kurang kompak sehingga sering dihujani kritik,’’ tuturnya.(HS)

Share This

Gus Yasin Kagum, Semangat Belajar Hafal Al-Quran Anak Difable Sangat Besar

Pasar UMKM Srondol Sepi, Pedagang Mengeluh