Pembersihan Gulma Air Rawapening Dikebut

Rawapening sebagai sumber air tawar kini kondisinya ditumbuhi gulma dan terjadi lahan baru.

 

HALO SEMARANG – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana masih melaksanakan kegiatan pembersihan gulma air yang tumbuh di Danau Rawapening, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini ditargetkan tuntas akhir 2020 ini.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP Bendungan Rawapening, BBWSO Pemali Juana, Fuad Kurniawan menyatakan, berdasarkan kajian, Danau Rawapening termasuk kritis dan perlu ditangani atas persoalan gulma.

Untuk itu pihaknya bekerja sama dengan TNI melakukan pembersihan gulma air, yang dapat mengakibatkan pendangkalan danau.

“Kami bekerja sama dengan Kodam Diponegoro dalam pembersihan gulma air ini. Ditargetkan akhir 2020 pembersihan ini selesai,” ujarnya, Senin (16/11/2020).

Untuk mencapai target itu, pihaknya telah menerjunkan sebanyak 40 alat berat, seperti excavator, truxor, dredger multifungsi, harvester berky, dan alat lainnya. Menurutnya, gulma air yang tumbuh di Danau Rawapening bukan hanya jenis enceng gondok, tapi ada beberapa jenis lainnya.

“Kami terjunkan 40 alat berat, di antaranya ada excavator dan pemanen gulma air. Karena bukan hanya enceng gondok, masih ada beberapa lainnya. Pengerjaan sesuai jam kerja dan target tahun ini sudah habis,” katanya.

Danau Rawapening membentang di empat kecamatan, yakni Kecamatan Ambarawa, Tuntang, Banyubiru dan Bawen. Danau ini memiliki total luas genangan air sekitar 1.850 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 685 hektare ditumbuhi gulma air.

Fuad menambahkan, gulma air yang diangkat sebagian dibuang ke luar area danau dan sebagian lagi dibuang di tepi danau yang aman dari badan air.

“Tapi sebagian dibuang di tepi danau, tapi tidak terkena badan air. Jadi dipastikan tidak tumbuh lagi,” katanya.

Terkait kendala, Fuad menjelaskan, pembersihan gulma air tergolong sulit karena tumbuhan tersebut mudah dan cepat berkembangbiak. Selain itu, adanya keramba, beranjang dan lainnya milik warga, juga menghambat proses pembersihan.

“Kami minta support dari kementerian dan pemda untuk bisa membantu proses pembersihan, terutama adanya keramba, beranjang dan lainnya itu,” ungkapnya.

Upaya pembersihan gulma air, tidak lepas dari rencana revitalisasi Danau Rawapening, yang dilaksanakan mulai tahun depan. Rawapening memiliki beberapa manfaat atau fungsi, di antaranya penyedia air baku, pembangkit listrik tenaga air, pariwisata, irigasi, dan pengendali banjir.

“Intinya Rawapening akan dikembalikan seperti semula. Target pembersihan selesai tahun ini, dan revitalisasi dilaksanakan tahun 2021,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.