in

Pembelajaran Tatap Muka di SMP 3 Pegandon, Aktivitas Siswa Diawasi Ketat

Pembelajaran Tatap Muka di SMP 3 Pegandon, Kendal, Rabu (15/9/2021).

 

HALO KENDAL – Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP 3 Pegandon, Kendal diikuti 20 persen dari total 573 jumlah siswa sekolah tersebut. Semua siswa mengikuti PTM dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Semua siswa kami pantau. Sejak sampai di pintu gerbang sekolah, selama di sekolah, sampai saat mereka pulang. Selama dua jam pembelajaran tanpa jeda istirahat juga kami awasi. Kantin juga belum diperbolehkan buka. Jadi kami sarankan anak-anak untuk membawa bekal sendiri dari rumah,” tutur Agus Suwanto, Kepala SMP 3 Pegandon, Rabu (15/9/2021).

Dirinya juga mengungkapkan, jika hasil uji coba kali ini bagus, maka pada tahap berikutnya jumlah siswa akan ditambah menjadi sekitar 30-35 persen.

“Minimal tidak terjadi pelanggaran dalam uji coba protokol kesehatan dan tidak terjadi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 akibat PTM,” imbuh Agus.

Untuk mendukung semua itu, lanjutnya, hingga kini total siswanya yang sudah mengikuti vaksinasi sekitar 200 orang. Sedangkan semua guru dan staf kependidikan di SMP 3 Pegandon sudah divaksin.

Hal itu, sesuai laporan yang disampaikan ke Dinas Pendidikan siang itu juga, PTM akan dilanjutkan pada minggu berikutnya dengan tetap berpedoman pada prosedur operasional (SOP) secara ketat.

“Karena itu, kami sangat berharap ada percepatan vaksinasi, khususnya untuk siswa SMP, agar ke depan, PTM bisa diikuti lebih banyak lagi siswa dengan intensitas yang juga bisa ditingkatkan,” jelas Agus.

Sehelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, jumlah sekolah yang mengadakan PTM terus bertambah.

Disebutkan, pada PTM Terbatas tahap pertama yang dimulai 25 Agustus lalu hanya diikuti 60 sekolah, yakni 20 SMP, 20 SD, dan 20 PAUD. Sedangkan kali ini bertambah menjadi 182 sekolah, yakni 88 PAUD, 63 SD, dan 31 SMP.

“Semua sekolah yang melakukan PTM harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, terutama penerapan protokol kesehatan juga sarana prasarana penunjang,” jelasnya.

Semua, lanjut Wahyu, sekolah yang mengajukan PTM itu sudah melalui proses verifikasi dan peninjauan langsung ke sekolah-sekolah terkait dengan sarana prasarananya dan kesiapan lainnya.

“Selanjutnya, sekolah yang melakukan PTM Terbatas ini akan terus dipantau dan dievaluasi. Jika semuanya lancar, akan terus ditambah, baik jumlah sekolahnya maupun siswanya,” pungkas Wahyu.(HS)

Share This

Buronan Pelaku Pembegalan Di Depan Balai Kota Semarang Akhirnya Ditangkap

Akuntabilitas Pemerintah Tetap Jadi Komitmen Hendi Meski di Tengah Pandemi