Pembelajaran Tatap Muka, Bupati Pati : Jangan Sampai Muncul Klaster Baru

Bupati Haryanto, dalam Audiensi Kepengurusan Organisasi PGRI Masa Bakti 2020-2025, di pendapa beberapa waktu lalu. (Foto : patikab.go.id)

 

HALO PATI – Bupati Pati Haryanto menyatakan tidak akan tergesa-gesa memutuskan pembelajaran tatap muka. Bersama pihak terkait, termasuk dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), masalah tersebut akan dibahas dalam rapat yang akan berlangsung Senin (7/12).

Penegasan itu disampaikan Bupati Haryanto, dalam Audiensi Kepengurusan Organisasi PGRI Masa Bakti 2020-2025, di pendapa beberapa waktu lalu.

Menurut dia,  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memang telah menyampaikan bahwa pembelajaran tatap muka dimulai pada tahun ajaran 2021, tanpa memerhatikan zona dan tergantung Ketua Satgas Kepala Daerah masing-masing.

Tetapi Pemkab Pati tidak akan serta merta memutuskan. Diperlukan berbagai persiapan, agar nantinya Covid-19 tidak makin menyebar atau muncul klaster-klaster baru.

“Tetap akan saya rapatkan bersama juga Ketua PGRI pada Hari Senin secara detail. Kemudian akan kita putuskan berapa satuan pendidikan yang akan diujicoba, dan disimulasikan mengenai pembelajaran tatap muka ini,” imbuh Haryanto, seperti dirilis Patikab.go.id..

Dari hasil perkembangan simulasi tersebut, Bupati baru akan membuat keputusan. Hal ini dilakukan karena ia tidak mau para siswa siswi dan guru menjadi korban dari Covid-19. Apalagi kluster guru sendiri juga ada walau tidak banyak.

Adapun persediaan untuk simulasi tersebut juga memakan biaya yang mahal. “Karena ada face shield, masker, serta antar jemputnya juga,” kata Bupati.

Sementara itu dalam audiensi dengan pengurus PGRI, Bupati Haryanto memberikan arahan, bimbingan, dan bekal, terutama bagi pengurus PGRI yang baru dilantik.

“Jika pada kepengurusan yang lalu ada yang baik, maka harus dipertahankan dan ditingkatkan. Tetapi kalau tidak baik, harus dikubur dalam-dalam dan dibenahi. Sehingga akhirnya organisasi ini menjadi dinamis.” jelas Bupati.

Terkait dengan program kerja organisasi PGRI, Ia meminta agar secara bersama para pengurus dapat menyusun dan merencanakan program kerja yang baik terutama dapat turut mensukseskan para guru dan tenaga honor.

“Dari Pak Menteri sendiri juga sudah ada rencana bahwa nanti ada rekrutmen tenaga P3K yang jumlahnya jutaan se-Indonesia dengan mengutamakan para tenaga honor. Jadi ini kita gelorakan terus karena jujur saja kita sendiri kekurangan guru,” ungkap Bupati.

Bupati juga memberikan bimbingan kepada para koordinator satuan pendidikan agar dapat menerapkan teknik-teknik tertentu dalam pembinaan karir terutama karir guru.

“Jadi jangan mudah memberikan rekomendasi pemindahan guru, apalagi keluar daerah. Kalau masih dalam lingkup Kabupaten Pati memang masih ada pertimbangan karena saya tahu persis. Saya juga pesan agar guru itu tidak dikeluarkan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan teknik pertukaran guru,” bimbing Bupati.

Bupati berharap agar dalam kepengurusan ini dapat guyub rukun dan dapat selalu berinovasi dalam menyusun program kerja yang dapat bermanfaat bagi para guru, serta tidak berkutat pada program yang dahulu.

“Selalu satukan tekad bahwa PGRI Kabupaten Pati bisa lebih maju dan lebih baik dibandingkan 10 tahun kepengurusan yang lalu. Tunjukkan bahwa anda mampu dan bisa membawa ke arah yang lebih baik,” ujar Bupati.(HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.