in

Pembangunan Tanggul Kalibodri Kendal, Telan Anggaran Rp 6,1 Miliar

Proses pembangunan tanggul beton Kalibodri di Desa Lanji Kecamatan Patebon, Kendal, Kamis (29/7/2021).

 

HALO KENDAL – Pembangunan tanggul beton Kalibodri di Desa Lanji Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal dikerjakan oleh Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, dengan anggaran sebesar Rp 6,1 miliar.

Pembangunan dengan fondasi dari bored pile tersebut, sudah dikerjakan sejak Maret lalu dan ditargetkan selesai akhir November 2021.

Kepala Bidang Sungai Bendungan Pantai Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, Kunarto mengatakan, tanggul beton tersebut dibangun untuk mengatasi ancaman banjir akibat terkikisnya tanggul tanah yang tergerus arus sungai saat musim hujan.

Menurutnya, beberapa kali tanggul tanah yang hanya diperkuat dengan bronjong mengalami bocor, sehingga menyebabkan banjir di wilayah sekitar.

“Jika tidak diatasi dengan tanggul beton yang permanen dikhawatirkan terjadi jebol, yang mengancam banjir besar ke permukiman warga di Kecamatan Patebon dan Kecamatan Kendal,” ungkap Kunarto, Kamis (29/7/2021).

Dijelaskan, konstruksi bangunan tanggul tersebut dirancang konsultan dari Undip Semarang. Baik dari sipil maupun aspek geologi, untuk menyelidiki kondisi tanah, sehingga bisa diketahui konstruksi yang tepat.

“Selama satu tahun, kami melakukan konsultasi dengan Undip dan melakukan uji coba langsung di lokasi. Dari hasil kajian tersebut yang paling baik berupa fondasi dari bored pile beton,” jelas Kunarto.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kendal, Sugiono mengatakan, penggunaan bored pile, dikarenakan kondisi tanah di area tanggul merupakan tanah bergerak.

“Sehingga diupayakan dengan fondasi yang dalam dengan bored pile,” ujarnya.

Sugiono memaparkan, konstruksinya untuk bagian bawah dengan bored pile sedalam 12 meter.

“Selain itu juga ada tiang pancang mini pile dengan kedalaman 9 – 10 meter, kemudian diikat dengan pile cap selebar 4 meter dengan tebal 1 meter,” paparnya.

Selain itu, tinggi pile cap dengan dinding penahan tanah berupa beton bertulang setinggi 6 meter, tebal beton bertulang bagian atas 40 cm dan bagian bawah 1 meter.

“Panjang tanggul yang dibangun ini 200 meter. Sebenarnya titik lemah tanggul sepanjang 170 meter, namun supaya aman, maka yang dibangun menjadi 200 meter,” pungkas Sugiono.(HS)

Share This

Banyak Lapas Over Kapasitas, Ini Langkah Kemenkumham Jateng untuk Cegah Penularan Covid

Tren Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan Menurun