Pembangunan Stadion Jatidiri Molor Karena Corona, PSIS Siapkan Kebondalem untuk Homebase

Foto ilustrasi: para pekerja sedang menyelesaikan proses pembangunan Stadion Jatidiri, Semarang.

 

HALO SEMARANG – PSIS terancam akan lebih lama untuk menahan diri menggunakan Stadion Jatidiri Semarang sebagai homebase dalam menjalani kompetisi Liga 1.

Dikarenakan, dampak wabah corona di Indonesia ternyata juga berpengaruh pada berhentinya proses renovasi pembangunan stadion milik Pemprov Jateng tersebut.
Sebelumnya, renovasi tahap V atau final Stadion Jatidiri dijadwalkan akan dilaksanakan tahun ini.

Bila berjalan sesuai jadwal, stadion yang terletak di Karangrejo, Semarang, tersebut akan bisa digunakan pada akhir 2020 atau awal 2021.

Namun, renovasi tahap V terancam tertunda karena adanya rasionalisasi anggaran oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku pengelola Stadion Jatidiri sebagi imbas dari pandemi virus corona.

“Sepertinya memang terkena rasionalisasi,” tutur Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispora dan Pariwisata Jawa Tengah, Prambudi Trajutrisno, baru-baru ini.

Apabila pengerjaan renovasi tahap V jadi ditunda, tentu hal ini akan menjadi kabar yang kurang sedap bagi PSIS. Pasalnya, klub kebanggaan Panser Biru dan Snex tersebut berhasrat untuk bisa segera kembali ke Stadion Jatidiri.

Lama menjadi tim musafir membuat biaya operasional PSIS cukup membengkak, terlebih sudah dua tahun lebih mereka merantau ke Magelang dan menjadikan Stadion Moch Soebroto sebagai hombase.

Dimintai tanggapan terkait hal ini, Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya bisa memahami terkait wacana ditundanya renovasi tahap V Stadion Jatidiri, Semarang.

Menurut pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi tersebut, hal yang cukup lumrah apabila anggaran Stadion Jatidiri dialihkan ke penananganan Covid-19 bagi masyarakat Jawa Tengah.

“Kami cukup memaklumi hal ini karena alasan rasionalisasi anggaran demi Covid-19 cukup wajar. Pada saat seperti ini yang paling penting adalah hal kemanusiaan,” tutur Yoyok Sukawi, Jumat (17/04/20).

“Anggarannya lebih baik untuk membantu masyarakat yang pekerjaannya terdampak wabah corona, kemudian pengadaan alat pelindung diri bagi tenaga medis,” imbuhnya.

Yoyok Sukawi juga berharap bahwa pandemi Covid-19 ini segera berakhir supaya aktivitas elemen masyarakat bisa kembali berjalan dengan normal.

Dia juga menerangkan apabila Stadion Jatidiri belum bisa digunakan, pihaknya sudah menyiapkan Stadion Kebondalem yang terletak di Kendal sebagai homebase alternatif PSIS di kompetisi Liga 1.

“Kalau misalnya belum bisa pakai Stadion Jatidiri, kami jauh-jauh hari sudah persiapkan Stadion Kebondalem sebagai kandang alternatif. Kami perbaiki Stadion Kebondalem juga dengan biaya mandiri supaya PSIS bisa main di dekat-dekat Semarang,” pungkas Yoyok Sukawi.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.