Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Pembangunan Ruang Isolasi Darurat Corona Capai 70 Persen

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

 

HALO SEMARANG – Proses pembangunan ruang isolasi untuk penanganan virus corona (covid-19) di Rumah Dinas Wali Kota Semarang dan Gedung Diklat Pemerintah Kota Semarang, saat ini sudah mencapai 70 persen dari target yang telah ditetapkan.

Proses pembangunannya pun terus dikebut, dengan harapan bisa selesai akhir Maret ini.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, saat ini pembangunan ruang isolasi di dua lokasi tersebut masih dalam proses penataan fisik.

Dia optimistis akan selesai sesuai target yang direncanakan yakni 30 Maret 2020. Penataan fisik rumah sakit akan rampung pada Sabtu (28/3/2020). Setelah itu, dilakukan penataan peralatan di masing-masing kamar.

“Sabtu, fisik siap. Tinggal dimasukkan peralatannya. Minggu, saya akan mengecek kedua tempat itu sehingga bisa segera dipakai untuk keperluan penanganan,” papar Hendi, sapaan akrabnya, Kamis (26/3/2020).

Hendi menjelaskan, dua tempat tersebut nantinya akan berfungsi sebagai ruang isolasi dan ruang karantina darurat.

Gedung diklat akan dijadikan sebagai ruang karantina bagi orang dalam pemantauan (ODP) yang rumahnya tidak memenuhi syarat. Mereka akan ditempatkan di gedung diklat selama 14 hari. Pemerintah juga menjamin konsumsi bagi ODP yang nantinya dikarantina di gedung diklat.

“Perawat nanti akan memberi makan dan minum untuk mereka,” tambahnya.

Sementara, Rumah Dinas Wali Kota Semarang akan digunakan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang masuk dalam kategori ringan atau kondisi tidak akut. Sedangkan PDP yang sudah masuk kategori akut akan ditempatkan di ruang isolasi yang ada di rumah sakit.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang