in

Pembangunan RSUD Tipe D Mijen Tahap Dua Dianggarkan Rp 22,8 Miliar

Pembangunan RSUD Tipe D Mijen sempat mangkrak karena pembangunan yang tak selesai.

 

HALO SEMARANG – Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang pada tahun 2021 bakal melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D Mijen. Proses pembangunan RSUD tipe D Mijen yang sudah dimulai pada tahun 2019 lalu sempat terhenti dan mangkrak.

Hal ini karena pihak kontraktor tidak dapat menyelesaikan sepenuhnya hingga rampung.

Plt Kepala Distaru Kota Semarang, M Irwansyah mengatakan, proyek pembangunan RSUD Mijen tahap dua telah masuk proses lelang. Dia berharap, pemenang lelang bisa diketahui Mei 2021 mendatang dan dapat segera dilakukan pengerjaan fisik agar akhir Desember 2021 sudah selesai pembangunannya.

“Mudah-mudahan proses lelang berjalan lancar dan diikuti kontraktor yang profesional. Saya pikir teman-teman ULP (Unit Layanan Pengadaan) sudah mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan seperti tahun sebelumnya,” kata Irwansyah, baru-baru ini.

Irwansyah menjelaskan, pagu anggaran pembangunan RSUD Mijen tahap dua ini senilai Rp 22,8 miliar. Jika ditotal dengan pembangunan tahap pertama pada 2019 lalu, pembangunan RSUD Mijen menelan anggaran Rp 32,8 miliar.

“Pada tahap pertama 2019 lalu, proyek RSUD Mijen telah sampai pada pembangunan struktur lantai satu hingga lantai empat. Tahun ini, tinggal menyelesaikan secara keseluruhan hingga RSUD bisa operasional,” imbuhnya.

Pihaknya akan membangun RSUD Mijen sesuai ketentuan dan standar Kementerian Kesehatan mulai dari aksesibilitas yang mudah, ruangan yang nyaman, hingga besaran sesuai dengan standar.

“RSUD ini nantinya akan dilengkapi 70 tempat tidur. Rinciannya, 35 tempat tidur kelas 3, 32 tempat tidur kelas 2, dua tempat tidur kelas 1, dan sati tempat tidur kelas VIP dengan standar RS tipe D,” terangnya.

Sedangkan, Puskesmas Mijen yang sebelumnya berada di lokasi pembangunan RSUD akan dibangunkan gedung baru di samping Telurahan Tambangan.

“Puskesmas nanti kami bangunkan di samping Kelurahan Tambangan. Tahun ini juga pengerjaannya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mendukung Pemerintah Kota Semarang segera menyelesaikan lanjutan pembangunan RSUD Mijen. Dia berharap pembangunam dapat diselesaikan 100 persen pada tahun 2021 ini.

Dari sisi teknis, dia meminta dinas terkait selektif dalam menentukan pemenang lelang agar pembangunan dapat berjalan lancar.

Penyedia jasa harus dilihat dari kemampuan keuangan dan metodologi pengerjaannya, memiliki kemampuan yang baik agar pembangunan selesai sesuai kontrak dan rencana.

“Kami harap pemenangnya dari Semarang jadi kami lebih mudah melakukan kontrol,” ucapnya.

Jika pembangunan fisik selesai akhir tahun ini, Suharsono juga meminta Pemerintah Kota Semarang segera mengoperasionalkan RSUD Mijen. Dia menilai wilayah Mijen dan sekitarnya sangat membutuhkan RS tipe D, karena selama ini warga harus ke wilayah bawah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kalau jangkauan dekat kan akan memudahkan masyarakat,” ujarnya.

Dia melanjutkan, beberapa alat kesehatan sudah terbeli pada 2019 lalu. Tinggal nantinya perlu mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) agar RSUD Mijen bisa segera beroperasi setelah pembangunan selesai.(HS)

390 Pemudik Dari Kalimantan Mendarat Di Pelabuhan Kendal

Dico: Politeknik Industri dan Pengolahan Kayu Kendal Bisa Lebih Dikembangan