Pembangunan Masuk Tahap IV, Stadion Jatidiri Baru Bisa Dipakai Akhir Tahun 2020

Foto pembangunan Stadion Jatidiri dokumen Instagram.

 

 

HALO SEMARANG – Harapan publik pecinta PSIS untuk bisa segera menyaksikan tim kebanggaannya bermain di Stadion Jatidiri, sepertinya harus ditunda cukup lama. Dikarenakan, hingga saat ini proses pembangunan stadion yang ada di kompleks GOR Jatidiri Semarang ini masih belum rampung, dan diperkirakan baru seslesai akhir tahun 2020. Dengan begitu, diprediksi PSIS baru bisa menggunakan stadion ini sebagai homebasenya di Liga 1, sekitar tahun 2021 mendatang.

Prambudi Trajutresno, PPkom Renovasi Kawasan GOR Jatidiri mengatakan, tahun ini proses pekerjaan tahap IV Pembangunan Kawasan GOR Jatidiri baru masuk masa lelang. Jika proses lancar, pertengahan April baru memperoleh pemenang lelang, dan akhir April atau awal Mei dikerjakan.

- Advertisement -

“Target kami April sudah ada penetapan pemenang lelang, sehingga akhir bulan bisa kerja,” katanya saat dihubungi halosemarang.id, Kamis (11/4/2019).

Menurut dia, untuk tahun ini pagu anggaran pembangunan GOR Jatidiri mencapai Rp 420 miliar untuk pembangunan 11 venue. Di antaranya stadion sepak bola, kolam renang, GOR indoor, gym center, dan penataan lingkungan. “Untuk anggaran khusus stadion sepak bola sekitar Rp 166 miliar. Tahun ini akan menyelesaikan tiga poin besar, yaitu lintasan atletik, atap stadion, dan ME (Mekanikal & Elektrikal),” katanya.

Sementara untuk penanaman rumput, sudah dilakukan tahun lalu dan saat ini masuk ke masa perawatan. Rumput yang digunakan di Stadion Jatidiri, katanya, menggunakan rumput asal Jepang namun sudah dibudi dayakan di Indonesia. Rumput jenis ini dinilai cocok untuk stadion sepak bola di Indonesia, dan dipakai beberapa stadion besar di Indonesia. “Kalau secara progres saat ini sudah 80 persen, tapi tahun depan masih ada satu paket lagi yang sudah direncanakan. Target selesai secara keseluruhan tahun 2020 dan baru bisa digunakan akhir 2020,” katanya.

Sebagai informasi, proses renovasi stadion tersebut merupakan rangkaian proyek Kawasan Olahraga Jatidiri Semarang yang menelan biaya mencapai Rp 1,1 triliun. Jika telah rampung digarap eksterior dan interiornya, stadion ini diyakini bakal lebih megah dari Stadion Jakabaring, Palembang.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Urip Sihabudin beberapa waktu lalu menjelaskan, di kawasan tersebut nantinya bakal terdapat fasilitas seluruh olahraga, khususnya yang jadi andalan Jawa Tengah.
Selain stadion, di kawasan tersebut juga akan tersedia fasilitas gelanggang olahraga (GOR), kolam renang indoor, lapangan tenis berstandar internasional, lapangan voli pasir, serta lapangan untuk cabang olahraga (cabor) sepatu roda.

Selain itu, asrama, sekolah olahraga (SKO), serta gedung terpadu untuk tempat latihan cabang olahraga perorangan seperti silat. Gedung penunjang parkir vertikal serta youth and gym center juga bakal terdapat di sana.
“Pembangunan semuanya akan selesai pada 2021. Total anggaran pembangunan kawasan ini mencapai Rp 1,1 triliun,” ujar Urip.

Stadion Jatidiri bakal berbeda dari stadion lain yang ada di Indonesia karena akan merepresentasikan budaya Jawa. Eksterior itu, katanya, kalau dari depan yang tampak pertama adalah kanopi yang berbentuk gunungan wayang.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.