in

Pembangunan Alun-Alun Pasar Sore Segera Dimulai, Pedagang Berharap Bisa Selaras dengan Kebutuhan

Perwakilan pedagang Pasar Sore Kaliwungu usai beraudiensi dengan anggota Komisi C DPRD Kendal, Gus Tommy di kediamannya, Kamis (18/8/2022)

HALO KENDAL – Adanya pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kaliwungu, sedikit banyak berdampak kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Sore yang selama ini berjualan di sekitar Alun-alun Kaliwungu.

Hal tersebut disampaikan Paguyuban Pedagang Pasar Sore Kaliwungu (PEPAK), saat beraudiensi dengan Anggota Komisi C DPRD Kendal, Muhammad Tommy Fadlurohman, Kamis (18/8/2022.

Kepada Gus Tommy, sapaan akrab tokoh di Kaliwungu tersebut, para PKL mengaku pembangunan RTH terkesan mendadak. Karena sebelumnya mereka menerima sosalisasi yang akan dibangun adalah shelter untuk pedagang dulu, bukan ruang terbuka hijau.

Untuk itu melalui Ketua PEPAK, Mahfudz, para PKL menyampaikan beberapa poin terkait pembangunan ruang terbuka hijau. Di antaranya mereka berharap pembangunan RTH bisa selaras dengan kebutuhan pedagang, dan tidak mengorbankan para pedagang untuk berjualan di sekitar Masjid Kaliwungu.

“Selain itu, ada kejelasan yang berkaitan dengan nasib 300 pedagang Kaliwungu, sebelum dan setelah pembangunan Alun-alun Kaliwungu,” ungkap Mahfudz.

Selain itu mereka juga menanyakan lamanya waktu untuk proses pembangunan, dan berharap setiap kebijakan ada sosialisasi dahulu agar tidak terkesan mendadak.

“Ini menjadikan yang berkepentingan bingung, termasuk pembangunan RTH di Pasar Sore Kaliwungu. Karena sebelumnya belum ada sosialisasi, jadi para pedagang mengaku kaget dan kebingungan,” ujar Mahfudz.

Meski demikian, dirinya dan para pedagang sangat mendukung adanya pembangunan RTH alun-alun, serta progres program Bupati untuk memajukan daerah.

“Akan tetapi berharap untuk pemerintah daerah, juga mau mengerti apa yang menjadi keinginan para pedagang, dan hajat hidup orang banyak,” imbuh Mahfufz.

Menanggapi adanya keluhan dari para PKL Pasar Sore Kaliwungu tersebut, Gus Tommy menerima dan menampung apa yang menjadi keluj kesah para pedagang. Untuk itu, dirinya berjanji akan menyampaikan kepada Bupati dan dinas terkait hasil dari audiensi ini.

“Saya memahami apa yang menjadi keinginan para PKL Pasar Sore Kaliwungu, dan saya juga mengerti apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah. Ke depan kita sampaikan, supaya mendapat titik temu antara pedagang dan pemerintah,” ungkap Gus Tommy.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengajak para pedagang dan masyarakat Kaliwungu dan sekitarnya, untuk mendukung program pemerintah daerah. Karena bertujuan untuk memajukan daerahnya.

Sehingga Kaliwungu akan memiliki alun-alun yang bersih dan indah serta menjadikan kebanggaan warga Kaliwungu.

“Dengan pembangunan alun-alun ini, akan menjadi momentum yang baik dan melahirkan semangat memajukan Kaliwungu khususnya dan Kabupaten Kendal pada umumnya,” pungkas Gus Tommy. (HS-06)

Kemenparekraf Hadirkan “WonderVerse Indonesia” Promosikan Parekraf secara Interaktif Digital

Generasi Muda Harus Jadi Pelopor Gerakan Sosialisasi dan Edukasi Perlindungan Data Pribadi