Pembangunan Alun-alun Pasar Johar Segera Selesai

Presiden RI, Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja di Kota Semarang dengan meninjau Pasar Johar Heritage dan Kawasan Kota Lama Semarang, Senin (30/12/2019).

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang pada akhir tahun 2019 ini, hampir merampungkan pembangunan Alun-alun Kota Semarang di Pasar Johar, yang berbarengan dengan revitalisasi Pasar Johar Heritage yang juga saat ini sampai pada tahap finishing.
Diharapkan, pengembalian fungsi alun-alun tersebut sebagai ruang terbuka hijau dan bisa digunakan untuk aktivitas masyarakat, dengan penataan yang makin rapi.

Adapun konsep Alun-alun Pasar Johar, nantinya akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan ruang publik. Di mana, misalnya akan dipakai untuk aktivitas warga, seperti momen Dugderan dan Salat Id yang menampung banyak jamaah serta lainnya.

Pada pembangunan tahap akhir ini, Pemkot Semarang menyelesaikan basement alun-alun, penutup beton bagian atas alun-alun, pemasangan rumput, dan penataan pedestrian. Selain itu, juga dibangun berupa bangunan penahan air untuk mengantisipasi terjadinya banjir di kawasan Johar.

“Ruang terbuka hijau seluas 9.184 meter persegi ini ditargetkan sudah selesai akhir tahun 2019. Mudah-mudahan pembangunan alun-alun pada tahun 2019 ini bisa selesai,” jelas Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah, belum lama ini.

Setidaknya, Irwansyah menginginkan, awal tahun 2020, alun-alun sudah dapat digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Basement sudah bisa digunakan untuk para pedagang sebagai area parkir. Di dekat alun-alun juga terdapat Masjid Kauman. Seperti pada masjid-masjid kuno di pulau Jawa, Masjid Agung Semarang atau dikenal Masjid Kauman, berada di pusat kota (alun-alun) dan berdekatan dengan pusat pemerintahan (kanjengan) dan penjara, serta tak berjarak jauh dari pusat perdagangan (Pasar Johar), merupakan ciri khas dari tata ruang kota pada zaman dahulu.

Masjid Kauman, juga menjadi salah satu bangunan yang bernilai sejarah karena berkaitan dengan Kota Semarang Lama. Sehingga kawasan Kauman Semarang, termasuk Masjid Kauman, akan dilakukan penataan kembali oleh Pemkot Semarang.

“Pemkot Semarang akan mengembalikan fungsi alun-alun Kota Semarang, bersamaan dengan penataan Pasar Johar baru, karena pasar Johar yang lama telah terbakar empat tahun lalu,” kata Irwansyah.

“Adapun pelaksanaan pembangunan Pasar Johar dan alun-alun akan ada dua tahap pengerjaan, untuk tahap pertama dianggarkan sekitar Rp 47 miliar,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Sedangkan, untuk pemanfaatan Pasar Johar Heritage oleh para pedagang, Dinas Perdagangan masih harus menunggu serah terima dari Pemkot Semarang.

“Ini masih menunggu dari dinas terkait seperti Distaru untuk  tindaklanjut penggunaan Pasar Johar. Karena kewenangan, ada di Dinas Distaru, karena masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui, di antaranya berkoordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) terkait persyaratan penggunaan bangunan cagar budaya tersebut,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman.

Sementara, salah satu warga Semarang, Icha mengatakan, dengan dikembalikan fungsi dari Alun-alun di Pasar Johar Semarang membuat masyarakat makin nyaman dan aman saat berada di lokasi tersebut. Karena makin tertata rapi dan bersih.

“Harapannya, di sini bisa menjadi pusat keramaian baru untuk masyarakat yang akan bersantai di sela-sela jadwal padat aktivitas pekerjaan. Selain itu, ruang terbuka hijau yang ramai yang saat ini masih berada terpusat di Simpanglima saja,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.