in

Pemasangan Chattra Candi Borobudur Tambah Aura Spiritualitas umat Buddha

Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Supriyadi. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO MAGELANG – Kementerian Agama menggandeng beragam stakeholder, dalam menyatukan pemahaman terkait rencana pemerintah memasang Chattra Candi Borobudur, termasuk melibatkan media massa.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Supriyadi, mengatakan pelibatan media dalam memberikan pemahaman Chattra Candi Borobudur, sangat penting khususnya pasca disepakati pemerintah pemasangan Chattra dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Magelang, Jawa Tengah pada Juli 2023.

Rapat Koordinasi DPSP tersebut, dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dan dihadiri Menag Yaqut Cholil Qoumas serta sejumlah menteri di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Menpan RB Abdullah Azwar Anas, dan Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto.

“Kami dari Bimas Buddha Kementerian Agama mempererat hubungan dengan media dan jurnalis dengan tujuan apa yang dilakukan pemerintah tersuarakan dengan baik,” kata Supriyadi, belum lama ini, seperti dirilis kemenag.go.id.

“Sehingga tidak timbul ketidaktahuan atas gerak langkah yang telah diambil dalam memperkuat pemahaman kebijakan pemerintah terkait Chattra Candi Borobudur, ” sambungnya.

Menurut Supriyadi Chattra atau payung di Puncak Stupa Utama Candi Borobudur, akan menjadi salah satu kesempurnaan yang akan menambah aura spiritualitas umat Buddha.

Ia mengatakan Candi Borobudur tetap menjadi warisan dunia dan destinasi wisata favorit di Indonesia sekaligus menjadi tempat ibadah umat Buddha dunia.

“Dalam pemanfaatannya sebagai tempat ibadah umat Buddha juga harus dapat dipahami oleh masyarakat. Saya sangat berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan para jurnalis. Pendekatan yang kami lakukan adalah nilai-nilai universal dan bukan semata ritual keagaman semata, ” tandas Supriyadi.

“Kami berharap suara umat Buddha didengar. Jadi ke depan tidak ada lagi pemahaman yang simpang siur. Saya berharap kita semakin menguatkan pemahaman lewat paparan dari berbagai narasumber dalam Media Gathering ini,” imbuhnya.

Dalam Media Gathering ini Ditjen Bimas Buddha menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Staf Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Wibowo Prasetyo, Pemerhati Candi Borobudur, Ahli Pemugaran Cagar Budaya dan Pengerak Generasi Muda. (HS-08)

Kemenag Berkomitmen Permudah Proses Asesmen Lembaga Halal Luar Negeri

Kenalkan Budaya Batak, Kementerian PUPR Ajak Wisatawan Menginap di Sarhunta Danau Toba