in

Pemanfaatan Sky Bridge Pandanaran Belum Optimal, Begini Tanggapan Dewan

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif, saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang di Fave Hotel Semarang, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyoroti belum optimalnya pemanfaatan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sky Bridge Pandanaran oleh pengunjung atau masyarakat umum yang akan menuju pusat oleh -oleh di Jalan Pandanaran.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif pihaknya menyayangkan belum optimalnya pemanfaatan Sky Bridge yang dibangun untuk memudahkan sebagai akses menuju pusat oleh-oleh Pandanaran dan masyarakat umum yang menikmati suasana kota. Selain juga mengurangi kemacetan arus lalu lintas jalan yang cukup padat terutama saat jam sibuk di lokasi tersebut.

“Terkait optimalisasi jembatan penyeberangan orang Sky Bridge Pandanaran, yang belum dimanfaatkan pengunjung atau masyarakat umum karena salah satu kemungkinan belum berfungsinya fasilitas dan sarana pendukung seperti liftnya. Sehingga pihak Pemkot harus bertanggungjawab untuk memfungsikan dengan segera agar bisa berfungsi dengan baik dan sesuai dengan tujuan awal pembangunan Sky Bridge ini,” ujarnya, Senin (29/4/2024).

Apalagi, kata Afif, anggaran pembangunan jembatan Sky Bridge tersebut dibangun dengan biaya yang tidak sedikit. Hal ini disayangkan jika kondisinya mangkrak dan tidak termanfaatkan dengan baik.

“Jika perlu ada tambahan anggaran untuk menyempurnakan kekurangan yang ada agat bisa dimanfaatkan dan tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Jangan sampai ada lagi pembangunan pembangunan di kota Semarang ini yang ternyata hanya membangun namun di sisi lain bangunan tersebut tidak berfungsi dengan maksimal,” katanya.

“Sehingga perlu adanya evaluasi baik dari dinas terkait agar jembatan Sky Bridge bisa ramai dan dilewati kembali serta yang terpenting adanya fasilitas pendukungnya segera berfungsi yang nantinya dapat digunakan masyarakat maupun pengunjung,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengimbau pengunjung Pusat Oleh- oleh Pandanaran untuk memanfaatkan dengan optimal bangunan Sky Bridge atau Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dari Gedung Parkir DKK menuju pusat oleh-oleh di jalan Pandanaran. Sebab, sampai saat ini masih sedikit pejalan kaki atau pengunjung yang menggunakan jembatan penghubung ini yang pembangunannya untuk memudahkan akses pengunjung yang tidak perlu menyeberang di jalan raya.

Bahkan, dari pantauan, beberapa waktu lalu, fasilitas penunjangnya pun seperti lift jembatan sky bridge masih belum difungsikan. Kemudian, dari sisi tangga akses untuk naik ke jembatan juga terbilang cukup curam sehingga menyulitkan pengunjung. Sedangkan, peresmian Sky Bridge sendiri, dilaksanakan Pemkot Semarang pada 2020 lalu, dan sekaligus menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke kota Semarang. Namun, masih kurangnya fasilitas pendukung tersebut membuat pengunjung yang akan berbelanja kini lebih memilih untuk parkir atau berhenti di depan pusat oleh-oleh sepanjang ruas jalan Pandanaran. Tentu, hal ini bisa mengganggu kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan tersebut, dan kerap membuat macet arus kendaraan.

Terutama keramaian terjadi saat akhir pekan dan momen libur Lebaran, pengunjung terlihat memadati dan menyerbu pusat oleh -oleh sebelum kembali pulang ke Jakarta dan berbagai daerah lainnya. Meski beberapa petugas parkir dan dari Dishub juga sudah memberikan peringatan kepada pengendara rata-rata berplat nomor luar kota, jika dilarang parkir di tepi jalan.

“Saya imbau kepada pengunjung terutama pusat oleh-oleh untuk menempatkan kendaraan di kantong parkir yang disediakan, misalnya parkir di gedung DKK karena juga libur, dan bisa memanfaatkan jembatan penyeberangan (Sky Bridge-red) karena selama ini kan belum optimal,” jelas Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. (HS-06)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Senin (29/4/2024)

Pemotor Mabuk Tabrak Warung di Pekunden Semarang