Pelayanan BRT Trans Semarang Diminta Tetap Patuhi Protokok Kesehatan

Jajaran Komisi C DPRD Kota Semarang saat melakukan tinjauan ke Terminal Gunungpati, Senin (2/11/2020).

 

HALO SEMARANG – Jajaran Komisi C DPRD Kota Semarang ikut melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di transportasi umum Trans Semarang.

Salah satunya melakukan tinjauan di Terminal Gunungpati, Semarang, Senin (2/11/2020).

Dalam tinjauan tersebut, jajaran Komisi C DPRD ditemui langsung oleh Plt Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah Trans Semarang, Hendrix Setiawan dan Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Semarang, Kusnandir.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto mengatakan, Trans Semarang merupakan transportasi massal yang tetap beroperasional di masa pandemi Covid-19.

Maka pengawasan sangat penting, agar transportasi umum milik daerah itu tak menjadi klaster baru dalam penyebaran wabah Covid-19.

“Setelah kami tinjau, pelayanan Trans Semarang ini sudah bagus. Kondisi angkutan bagus, full AC, juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Jaga jarak antarpenumpang diberlakukan,” tuturnya.

Pihaknya akan terus mengawasi dan mendorong agar pengelola BRT tetap menerapkan protokol kesehatan bagi penumpang dan pegawai. Apalagi BRT Trans Semarang saat ini sudah menjadi primadona baru transportasi umum bagi masyarakat.

“Dengan tarif yang murah, banyak warga yang kini memilih transportasi umum BRT. Karena bisa menghemat pengeluaran saat pandemi,” katanya.

Plt Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah Trans Semarang, Hendrix Setiawan mengatakan, sejak akhir Maret 2020 pihaknya telah melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Upaya tersebut di antaranya, mewajibkan petugas dan penumpang memakai masker, mengecek suhu tubuh petugas dan calon penumpang, melakukan penyemprotan disinfektan baik di halte maupun keseluruh armada, menyediakan tempat cuci tangan di halte transit dan halte keberangkatan, kemudian memasang hand sanitizer baik di halte transit maupun di dalam bus.

“Selain itu kami juga membatasi kapasitas penumpang menjadi 50% dari kapastas, serta setiap dua pekan sekali seluruh petugas akan dibagikan vitamin guna menjaga kebugaran,” katanya.

Hendrix menjelaskan, waktu layanan Trans Semarang selama pandemi Covid-19 masih disesuaikan dengan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang.

“Awal layanan Trans Semarang selama pandemi Covid-19 ini dimulai pukul 05.30 hingga pukul 18.00,” katanya.

Trans Semarang saat ini telah memiliki 8 koridor dan 3 rute Feeder. Kedelapan koridor tersebut yakni koridor 1 (Mangkang – Penggaron), Koridor 2 (Terboyo – Sisemut), Koridor 3 (Pelabuhan – Elizabeth), Koridor 4 (Cangkiran – Stasiun Tawang), Koridor 5 (PRPP – Meteseh), Koridor 6 Universitas Diponegoro (UNDIP) – Universitas Negeri Semarang (UNNES), koridor 7 (Terboyo – USM – Balaikota), Koridor 8 (Cangkiran – Gunungpati – Simpang Lima). Kemudian Feeder 1 rute Ngaliyan – Madukoro, Feeder 2 Bangetayu – Kaligawe, Feeder 4 BSB – UNNES.

Tarif Trans Semarang yaitu penumpang umum Rp. 3.500, sedangkan pelajar/mahasiswa, pengguna KIA, lanjut usia dan veteran Rp 1.000.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.