in

Pelatihan Guru SMP 2 Kendal, Apa Yang Murid Harapkan Dari Gurunya?

Kepala SMP 2 Kendal, Supardi saat memberikan materi dalam In House Training Review KTSP dan Pelatihan Guru secara daring, Kamis (8/7/2021).

 

HALO KENDAL – SMP 2 Kendal mengadakan In House Training (IHT) Review KTSP dan Pelatihan Guru Secara Daring, yang mengambil tema, “Tekad Bersatu Membudayakan, Tata Nilai Santun, Pemberani, Empati, Religius dan Optimis (SPERO), Untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila”.

Acara secara daring tersebut, diadakan sejak Kamis (8/7/2021) sampai dengan Sabtu (10/7/2021).

Kepala SMP 2 Kendal, Supardi mengatakan, salah satu cara melakukan pelayanan maksimal, adalah dengan memahami harapan murid, apa yang ia harapkan dari gurunya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memahami harapan murid, seperti materi yang ditulis oleh Suhud Rois, seorang penulis dan juga guru di Bandung.

Yang pertama adalah, murid ingin guru menyediakan waktu untuk mengenal mereka.

“Guru jangan hanya mikirin materi pelajaran saja. Lihat siapa yang ada di kelas. Siapa mereka dan ajak ngobrol atau main. Tenang saja, tidak ada waktu yang terbuang,” kata Supardi.

Yang kedua, murid ingin dilibatkan dalam proses pembelajaran dan diberi kesempatan untuk menunjukkan, bagaimana melakukan sesuatu.

“Belajar itu interaksi yang hidup. Bukan seperti aktivitas di pabrik/perusahaan. Murid-murid kita berhak (dan semestinya harus) terlibat secara aktif. Murid ingin diajak menyusun kegiatan belajar. Mereka juga ingin suaranya kita dengar,” jelas Supardi.

Yang ketiga, murid ingin mendapatkan tantangan yang bermakna dan juga pengalaman belajar yang relevan.

Jadi, kata Supardi, bukan hanya menantang, tapi murid akan bersemangat kalau apa yang mereka pelajari ada hubungan langsung dengan pengalaman hidup mereka.

“Nyambung dan relevan. Nah itu tugas kita menerjemahkan materi kurikulum ke dalam dunia murid-murid kita,” imbuhnya.

Yang keempat, lanjut Supardi, murid ingin gurunya mengetahui, jika mereka juga mempunyai hari-hari yang berat.

“Bayangkan dari pagi sampai siang mereka belajar. Itu bukan aktivitas yang ringan. Itu menguras energi,” tandasnya.

Kadang murid tidak fokus. Bukan saja energinya yang sudah habis juga karena faktor lain yang mengganggu. Belum lagi tugas yang menumpuk, juga menghabiskan waktu.

“Jadi ketika murid-murid kita mempunyai hari-hari yang berat, mereka butuh dipahami. Jangan hanya disalahkan, apalagi ditambah bebannya,” ujar Supardi.

Yang kelima, murid ingin kegemaran dan minatnya terakomodasi dalam proses belajar.

Ini yang bikin mereka asyik. Murid akan antusias, kalau minat dan kegemaran mereka tersalurkan dalam kegiatan belajar mengajar.

“Apa salahnya belajar lewat lagu, meski punya pelajaran kesenian? Boleh saja belajar IPS dengan cara membuat film. Bisa juga IPA dipelajari lewat drama. Atau membuat puisi tentang matematika,” ujar Supardi.

Yang keenam, murid ingin guru bersikap jujur dan adil. Karena ketika ingin murid-murid jujur, mereka ingin gurunya juga jujur.

“Misal, pekerjaan mereka belum kita periksa, ya kita sampaikan sejujurnya. Jangan malah cari kambing hitam. Kenapa, susah nyarinya. Termasuk saat kita terlambat datang, sampaikan apa adanya, tanpa harus mencari-cari alasan,” tambahnya.

Ketujuh, sambung Supardi, murid juga ingin diperlakukan secara hormat dan bermartabat. Karena hubungan murid dengan guru, bukan seperti bawahan dengan atasan.

“Murid juga punya harga diri dan martabat. Kita harus sadari itu. Apa salahnya kasih sedikit hormat kepada mereka,” ungkapnya.

Yang kedelapan, murid juga ingin menjadi mitra belajar. Murid tidak suka hanya diajari.

“Mereka akan merasa senang kalau diajak sama-sama belajar. Jangan posisiskan diri sebagai orang yang sempurna, yang tidak mau belajar,” tambah Supardi.

Yang terakhir, murid ingin dipandang penting. Karena cara menghargai seseorang adalah dengan menganggap kehadirannya penting dan berarti.

“Murid-murid kita ingin fokus, kita adalah mereka. Bukan kepala sekolah atau pengawas. Kita mengajar ya untuk mereka, bukan yang lain. Ketika kita fokus kepada mereka, maka murid akan merasa dihargai,” pungkasnya.(HS)

Share This

Ribuan Lowongan CPNS dan PPPK Jawa Tengah Telah Dibuka, BKD: Hindari Jalur Pintas

Lantik 43 Kepala Desa, Bupati Purworejo : Pekerjaan Berat Telah Menanti