in

Pelantikan Pengurus PPNI, Bupati Sragen Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Pelantikan pengurus DPD PPNI, Dewan Pertimbangan, dan Ketua DPK PPNI Sragen, masa bakti 2022 – 2027, di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, belum lama ini. (Foto : Sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Para anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sragen, perlu selalu meningkatkan kemampuan dan kualitasnya, termasuk dengan mengikuti pelatihan, pendidikan, dan sertifikasi.

Pentingnya upaya peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) perawat tersebut, disampaikan Bupati Sragen, dokter Kusdinar Untung Yuni Sukowati, ketika menghadiri pelantikan 70 pengurus DPD PPNI, Dewan Pertimbangan, dan Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI Sragen, masa bakti 2022 – 2027.

Pelantikan dilaksanakan Ketua DPP PPNI Kabupaten Sragen, Ali Ahmadi SKM MM, di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, belum lama ini.

Hadir pula Wakil Ketua Bidang Pelayanan DPW PPNI Jateng, Wakil Bupati Sragen, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, dan sejumlah tamu undangan.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, peningkatan kualitas dan kapabilitas ini, penting untuk menjawab berbagai tuntutan pelayanan saat ini.

Dia memberi contoh, ketika sebuah rumah sakit membuka pelayanan cuci darah, diperlukan perawat yang mampu menangani, dan hal itu dibuktikan dengan sertifikat khusus hemodialisis.

Demikian pula dengan perawat yang menangani pasien di kamar operasi, juga harus memiliki sertifikat asisten operator. Dengan mempunyai kapasitas tersebut dan skill yang baik, menurut Bupati, perawat akan mempunyai sumber pendapatan lebih.

Lebih lanjut Kusdinar Untung Yuni Sukowati, juga berpesan agar perawat dapat menjaga diri. Pada masa pandemi Covid-19, mereka harus mampu melindungi diri, agar dapat tetap bertugas melayani pasien, tanpa harus ikut menjadi korban.

Situasi Covid-19 sekarang sudah semakin membaik dan kasusnya pun turun. Namun demikian perawat jangan sampai terlena.

“Pandemi ini belum berakhir. Mari kita sama-sama menjaga dengan memperhatikan prokesnya, menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) yang lengkap. Teruslah bekerja secara profesional, bekerja sesuai tupoksi dan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku,” kata dia, seperti dirilis Sragenkab.go.id.

Terkait pelantikan pengurus PPNI, Bupati Sragen menyampaikan apresisasi dan terima kasih, atas kinerja luar biasa seluruh perawat, saat pandemi Covid-19.

Perawat mempunyai tugas dan kewajiban yang sama dengan teman sejawat dokter dalam hal melayani pasien. Karena itu mereka harus sama-sama bersinergi untuk mencapai tujuan.

“Perawat itu harus mengesampingkan urusan pribadi. Jika tugas sudah memanggil harus siap hadir. Dan itu tidak boleh mengurangi performance kerja. Tugas utama sebagai perawat adalah melayani pasien. Untuk itu saya ingatkan kembali jika sudah menjadi pengurus PPNI pun, juga tidak boleh melupakan tugas yang paling utama,” tegas Bupati Yuni.

Wakil Ketua Bidang Pelayanan DPW PPNI Jateng, Sukardjo, dalam kesempatan itu  mengucapkan terima kasih, atas pengabdian Ketua DPD PPNI Sragen, Suramin sebagai pengurus lama yang telah mengabdi dan membawa perawat di  Kabupaten Sragen yang berjumlah 2 ribu tersebut  dapat  diperhitungkan.

Menurutnya, Ketua DPK mempunyai tugas yang sangat strategis terutama pada fasilitas kesehatan yang ada di kabupaten sragen. Bagi Fasilitas kesehatan (faskes) tingkat lanjut harus bersinergi dengan pimpinan faskes terutama yaitu komite keperawatan. Roh dari komite keperawatan adalah koordinasi dengan PPNI yang ada dibirokrasi.

Sementara di fasilitas kesehatan primer ada puskesmas dan klinik yang bersinergi dengan komite keperawatan komunitas. Komite-komite inilah yang dibentuk oleh PPNI dalam rangka mengawal kompetensi dan pembinaan profesi perawat dalam menjaga marwahnya.

“Saat pandemi covid-19 perawat memegang peranan yang sangat besar menjadi garda terdepan dalam menghadapi covid-19 setahun yang lalu. Di Jawa Tengah perawat yang gugur sejumlah 64 orang,” ungkapnya. (HS-08)

Jadi Pilot Project Pengembangan Ekonomi, Ponpes Darul Abror Boyolali Panen Melon

Serahkan 61 SK CPNS, Bupati Blora Minta ASN Jadi Teladan