Pelaku Usaha Pariwisata di Kota Semarang yang Memiliki Izin Usaha Baru 0,1 Persen

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparkref RI, Fajar Hutomo menyerahkan cenderamata kepada Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,Indriyasari, Rabu (2/12/2020).

 

HALO SEMARANG – Dari total 1.814 pelaku usaha sektor pariwisata di Kota Semarang, baru sekitar 200-an pelaku usaha yang memiliki izin usaha pariwisata atau tanda daftar usaha pariwisata (TDUP). Atau hanya sebesar 0,1 persen saja dari total pelaku usaha.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, setelah pihaknya melakukan pendataan dan verifikasi, diketahui masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki izin usaha. Terutama untuk pelaku usaha di tempat-tempat wisata.

“Dari sebanyak 200-an itu, kebanyakan sektor perhotelan dan restoran yang memiliki izin usaha pariwisata,”kata Iin, sapaan akrab Indriyasari di sela acara Coaching Clinic “Pelayanan Perizinan Berusaha Sektor Pariwisata Online Sigle Submission (OSS)” di Po Hotel, Rabu (2/12/2020).

Dijelaskan Iin, sebenarnya untuk mengurus izin usaha pariwisata perseorangan melalui online single submission (OSS) sangat mudah. “Hanya menyiapkan NPWP dan alamat akun email yang masih aktif,” terangnya.

Masih kurangnya kesadaran pelaku usaha pariwisata untuk mengurus izin usaha, karena kurangnya komunikasi dan belum paham.

“Karena selama ini kalau masalah perizinan, orang berpikiran identik dengan proses yang ribet dan susah. Padahal sekarang banyak fasilitas dari Pemkot Semarang yang memberikan kemudahan pelayanan perizinan dengan ringkas dan cepat,” ujarnya.

Sementara Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparkref RI, Fajar Hutomo mengatakan, semua pelaku usaha pariwisata harus mempunyai tanda daftar usaha pariwisata (TDUP). Hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah Nomor 10 Tahun 2009.

Dijelaskan, pihaknya juga memberikan anggaran untuk pelaku usaha di sebanyak 358 kabupaten/kota di Indonesia karena terdampak pandemi.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan ini karena penting untuk pelaku usaha pariwisata di Kota Semarang.

“Pemkot Semarang mendapatkan dana hibah dari pusat sebesar Rp 41 miliar untuk pelaku usaha pariwisata. Namun karena banyak yang belum punya izin usaha dan terganjal dengan persyaratan lainnya, sehingga kami akan mengembalikan dana itu sebesar Rp 13 miliar,” katanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.