Pelaku Usaha di Kendal, Diajak Ikuti Survey Online Dampak Pandemi Covid-19

Pedagang siomay di depan RSUD yang ikut terdampak pandemi Covid-19.

 

HALO KENDAL – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal mengajak seluruh pelaku usaha yang ada di Kabupaten Kendal untuk ikut menjalankan survei “Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha di Indonesia”.

Kepala BPS Kendal, Ummi Hastuti menjelaskan, tujuan dari survey untuk mengetahui secara langsung dampak besar dari Covid-19 terhadap pelaku usaha.

“Selain itu, dengan dari hasil survey, bisa menjadi acuan pemerintah dalam memberikan kebijakan,” terangnya, Kamis (14/1/2021).

Ummi mengatakan, pelaku usaha ini nanti akan diberikan beberapa pertanyaan terkait usaha yang dimiliki.

“Di situ para pelaku usaha hanya tinggal mengisi data dan mengikuti alur pertanyaan yang telah tersedia. Tidak lama kok, paling lima menit,” jelasnya.

Menurut Ummi, periode survei akan berlangsung dari tanggal 12 hingga 23 Januari 2021, dan dapat diunduh melalui link https://survey.bps.go.id/open/covid19.

Dirinya berharap, bagi para pelaku usaha untuk membagikan link kuesioner kepada relasi, kerabat dan handai taulan pemilik usaha yang ada di Kabupaten Kendal.

“BPS berharap seluruh pelaku usaha dapat berpartisipasi agar pemerintah dapat membuat kebijakan dengan benar dari hasil survei yang dilakikan,” ungkap Ummi.

Sementara itu salah satu pedagang siomay yang biasa mangkal di depan RSUD, Dody Kurniawan mengaku, selama masa pandemi ini omzetnya turun drastis.

“Apalagi dengan pemberlakuan pembatasan ini. Pelanggan yang biasa beli siomay saya, semakin berkurang,” ungkapnya.

Dia pun mengaku, biasanya dari hasil jualan siomay bisa mencapai Rp 3 juta dalam satu bulan.

“Sekarang tidak bisa tercapai. Bahkan semakin menurun. Saya pernah mengajukan bantuan BPUM, tapi tidak pernah mendapatkan. Mungkin usaha saya bukan termasuk dalam katagori UMKM,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.