in

Pelaku UMKM Didorong Manfaatkan Pemasaran Digital

Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’, dalam webinar UMKM tentang efisiensi biaya pemasaran, yang digelar Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang. (Foto : Rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Rembang, perlu mengembangkan pemasaran secara digital, untuk menjangkau lebih banyak pembeli.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’, dalam  webinar UMKM tentang efisiensi biaya pemasaran, yang digelar Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang.

Webinar bertajuk “Buat Saja Produkmu Biar Kami yang memasarkan” itu, diikuti oleh sekitar 300 peserta.

Lebih lanjut Wakil Bupati Rembang, dengan sapaan akrab Gus Hanies itu, mengatakan pemasaran produk secara digital, dapat membangkitkan kembali UMKM yang diterpa pandemi Covid-19.

“Bagaimanapun UMKM akan menjadi pilar perekonomian di Indonesia. Harus tetap berdaya dan harus mampu bersaing, berkembang meskipun di era pandemi. Masa yang serba terbatas saat ini. Ini terbukti ya UMKM yang selalu bertahan dan tetap eksis. Kita pernah juga diterpa gelombang krisis pada tahun 1997. Hanya UMKM yang mampu bertahan saat itu,” terangnya.

Wabup berharap dengan adanya digitalisasi dalam pemasaran produk-produk UMKM bisnis dapat lebih berkembang. Sehingga para konsumen yang ada tidak di lingkaran tertentu tetapi akan lebih luas lagi.

Kepala Dinas Perindustrian, perdagangan, koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang, Akhsanudin menuturkan pelaku usaha harus bangkit dari situasi pandemi yang serbasulit ini, dengan mengubah pola pemasarannya agar tetap bertahan.

Pemasaran yang off line (luar jaringan / luring) harus diubah menjadi online, agar produknya dikenal lebih luas dan pangsa pasarnya meningkat.

“Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangat berpengaruh pada UMKM dan pelaku usaha di Kabupaten Rembang. Ada pelaku usaha yang sudah menutup usahanya, mengurangi jam bukanya, mengurangi karyawannya, terganggu pasokan bahan bakunya, bahkan tersendat pembayarannya hingga turun omzetnya dan berbagai kendala yang dihadapi,” imbuhnya.

Akhsanuddin menyebutkan dalam kegiatan yang digagas Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Rembang itu menghadirkan narasumber Pos Indonesia, JNE, SAP Ekspress, Rumah BUMN PT.Semen Gresik, Grab Food. (HS-08)

Share This

Sosialisasikan Pencegahan Rokok Ilegal, Dinkominfo Blora dan Bea Cukai Kudus Gandeng KIM dan Pengiat Medsos

Evolusi Peran tiket.com Sebagai Pionir OTA di Indonesia