Pelaku Penganiayaan Pacar di Sukorejo Dibekuk di Jogja

Pelaku penganiayaan pacar di Sukorejo didatangkan dalam jumpa pers di Mapolres Kendal, Kamis (7/1/2021).

 

HALO KENDAL – Satreskrim Polres Kendal berhasil menangkap pelaku penganiayaan kepada korban Ernawati (30), warga Dusun Curug, Desa Curugsewu RT 03 RW 09, Kecamatan Patean. Pelaku yang sempat berusaha melarikan diri ini dihadiahi timah panas di kaki sebelah kanan.

Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo didampingi jajaran dalam Press Releasenya mengatakan, pelaku yang bernama Andri Setiawan (37), telah melakukan penganiayaan kepada orang dekatnya, yakni korban Ernawati, hingga korban mengalami beberapa luka tusukan yang serius, pada hari Senin (4/1/2021) lalu.

“Korban dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan pisau, dengan empat tusukan. Hal ini dilakukan karena pelaku merasa kesal, akibat hubungan asmaranya dengan korban berakhir. Tersangka meminta kembali beberapa uang yang sudah diserahkan kepada korban,” terang Kapolres Kendal, Kamis (7/1/2021).

Kronologi kejadian sendiri dilakukan oleh pelaku,,dengan mendatangi korban yang bekerja di Toko Muncul Baru Motor di Jalan Sujono, Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo. Menurut beberapa saksi, pelaku dan korban sempat cekcok dan akhirnya terjadi penganiayaan.

“Korban yang dalam keadaan luka, kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Sukorejo oleh rekannya yang merupakan karyawan toko tersebut dan melaporkan kepada pihak Polsek Sukorejo,” ujar AKBP Raphael Sandhy.

Usai melakukan penganiayaan, pelaku yang diketahui tinggal di Jogja dan berprofesi sebagai penarik ojek tersebut, kemudian langsung melarikan diri dengan menggunakan mobil Toyota Avanza B-1334-PYN, menuju ke Yogyakarta.

“Pelaku yang berdomisili di daerah Maguwoharjo, Yogyakarta, berhasil kami amankan dalam waktu kurang dari 24 jam, yakni Selasa (5/1/2021), berkat kerja sama dengan jajaran anggota Polsek Sukorejo dan Polsek yang ada di Yogyakarta,” jelas AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo didampingi Kasat Reskrim, AKP AKP Gineung Pratidina Kusuma Fijaya.

Kapolres Kendal menambahkan, pelaku sendiri mengaku, sebelumnya antara dirinya dengan korban sudah ada hubungan dekat sejak Agustus 2019. Kedekatan keduanya tersebut, saat mereka berdua sama-sama bekerja di Yogyakarta.

“Motif penganiayaan yang dilakukan, karena pelaku tidak terima diputus cintanya oleh korban yang sebelumnya sempat berpacaran,” imbuh Kapolres Kendal.

Dalam kejadian ini, lanjutnya, polisi berhasil mengamankan barang bukti seperti satu bilah belati beserta sarungnya, dan sandal karet model slop warna hitam putih.

Atas kejadian tersebut, pelaku dapat dijerat dengan pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.