in

Pelaku Pembunuhan Warga Tembalang Berhasil Ditangkap, Ini Masalahnya

Polisi berhasil menangkap Saeful Anwar alias Suwung (23) pelaku pembunuhan Wiwin Aleyong Saputra (27) alias Keong di daerah Kecamatan Tembalang pada Selasa (22/6/2021) sore.

 

HALO SEMARANG – Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil menangkap salah satu pelaku pembunuhan terhadap Wiwin Aleyong Saputra (27) alias Keong di daerah Kecamatan Tembalang pada Selasa (22/6/2021) sore.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengungkapkan, pelaku yang berhasil ditangkap bernama Saeful Anwar alias Suwung (23) warga Dukuh Kebuntaman, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang.

Sementara dua pelaku yang masih menjadi daftar pencarian orang (DPO) bernama Popo dan Eko alias Kodok.

“Tersangka ada tiga orang. Saat ini tersangka yang diamankan baru satu. Kemudian Dua tersangka lainnya dalam pencarian dan pengejaran penyidik,” ungkap Irwan, saat rilis kasus di Mapolrestabes, Rabu, (23/6/2021).

“Tersangka lain atas inisial P dan E sedang dalam pengejaran penyidik. Untuk kasus ini disidik Polsek Tembalang, saya juga sudah memerintahkan kepada kapolsek untuk mengejar para pelaku kejahatan ini,” bebernya.

Sedangkan korban bernama Wiwin Aleyong Saputra (27) meregang nyawa di dalam kamar rumahnya Kampung Kedungsari RT 4 RW 8, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang pada Selasa (22/6/2021).

Dia meninggal dunia setelah dikeroyok oleh para pelaku, Senin, (21/6/2021) sekitar pukul 23.00. Korban diketahui meninggal dunia oleh ibunya bernama Ngatini (57) pasa Selasa (22/6/2021) sekitar pukul 05.30 WIB.

Irwan menjelaskan, kasus ini bermula dari adanya persoalan antara korban dengan rekannya bernama Yogi. Kasus ini juga berawal dari penganiayaan yang dialami oleh korban. Namun sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Mereka satu lingkungan pergaulan. Yogi dalam hal ini adalah saksi dalam kasus ini. Yogi tidak datang, teman-temannya yang datang. Jadi dua bulan yang lalu ada persoalan, antara korban dengan kawan-kawan mereka atas nama Yogi dan Hato. Sebenarnya persoalan itu sudah diselesaikan,” bebernya.

Motif dari kasus ini, diduga korban masih tidak terima dengan proses penyelesaian permasalahan kejadian sebelumnya.

Hingga akhirnya, kelompok dari pelaku ini kembali mendatangi rumah korban yang saat itu ada ibu kandung dan adiknya. Kedatangan para pelaku ini berujung pengeroyokan sampai mengakibatkan hilangnya nyawa.

“Ini melalui pengakuan saksi yang sudah dimintai keterangan, bahwa sejatinya korban belum terima atas penganiyaan yang ditimpakan kepadanya saat itu. Nah bukan adanya penyelesaian lebih lanjut, malah kelompok pelaku melakukan tindakan ini (kekerasan),” terangnya.

“Jadi dua kali, korban menjadi sasaran kejahatan dua bulan yang lalu, kedua yang terakhir,” sambungnya.

Kepolisian juga telah mengamankan barang bukti salah satunya piring makan bahan kaca yang telah pecah. Diduga, benda tersebut dihantamkan pelaku ke kepala korban. Dugaan tersebut juga diperoleh hasil penyidikan dari keterangan saksi dan tersangka.

“Hasil pemeriksaan otopsi ditemukan adanya luka dalam pada tengkorak pada korban. Kemudian hasil visum juga menjelaskan ada gangguan pernapasan. Ini akibat dari pemukulan, penganiyaan fisik oleh para pelaku secara bersama-sama,” jelasnya.

Kapolrestabes menyampaikan, tersangka Saeful sengaja tidak dihadirkan dalam kegiatan rilis tersebut dengan alasan pertimbangan kesehatan yang bersangkutan. Hasil swab antigen yang dilakukan dinyatakan reaktif. Sehingga saat ini dilakukan penanganan khusus.

“Penanganan tersangka dipisahkan. Dia reaktif, namun non-gejala. Kemudian sudah ditindaklanjuti degan PCR, kita tunggu hasilnya,” jelasnya.

Saat ini, tersangka Saeful masih ditahan dan dilakukan proses hukum. Akibat perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan pasal KUHPidana pasal 338, terkait pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun. Selain itu juga dijerat pasal 170 tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.

Terpisah, Kapolsek Tembalang, Kompol R Arsadi mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan melakukan pengejaran terhadap dua tersangka lain.

Dia menyebut tersangka Saeful yang ditangkap itu, merupakan pelaku utama yang menghajar korban hingga meregang nyawa.

“Dia pelaku utama, dia yang nendang dan memukul pakai piring, dia mengakui,” katanya.

Menanggapi terkait adanya lima orang masuk ke dalam kamar, Arsadi menjelaskan para pelaku dengan korban saling kenal.

Kejadian ini merupakan buntut perkara lama dalam kasus sama dan sudah terselesaikan secara kekeluargaan.

Namun muncul kembali yang diduga saling mengancam karena korban belum terima sepenuh hati terkait proses penyelesaian tersebut.

“Dugaan sementara, tiga orang ini yang melakukan pengeroyokan, dua orang melerai. Tapi tersangka semakin marah, menendang dan memukulkan piring. Indikasinya seperti itu, karena dua pelaku ini juga belum tertangkap. Dimungkinkan saling mengancam,” imbuhnya.(HS)

Share This

Optimalkan Digitalisasi, Bank Jateng Sudah Menjangkau 96 Persen Wilayah Jateng

Kapolda Jateng Pimpin Sertijab Pejabat Utama Polda Jateng