Pelaku Bisnis Hiburan di Kota Semarang Khawatir Omzet Turun Hingga 70 Persen

Foto ilustrasi: Para pegawai tempat hiburan di Kota Semarang menerapkan protokol kesehatan ketat dalam melayani tamu.

 

HALO SEMARANG – Para pelaku bisnis hiburan di Kota Semarang omzet turun drastis saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Ketua Paguyuban Entertainment Semarang (Pagersemar), Negro Sefni mengatakan, dengan adanya aturan atau kebijakan pemberlakuan PPKM di Kota Semarang 11-25 Januari 2021, akan berpengaruh pada penurunan omzet mereka.

Pelaku usaha hiburan di Kota Semarang memperkirakan omzet akan turun hingga sebesar 70 persen.

“Kita pastinya mensupport apa yang menjadi keputusan pemkot. Sesuai Perwal Kota Semarang jumlah pengunjung dibatasi yakni maksimal 50 persen dari kapasitas, dan memperpendek jam operasional di tempat hiburan yang buka hanya sampai pukul 21.00 dari sebelumnya pukul 23.00 WIB. Tentunya akan berpengaruh pada tingkat kunjungan, akhirnya membuat omzet pastinya turun,” katanya, Senin (11/1/2021).

Pihaknya berharap pandemi cepat berlalu dan kembali normal.

“Karena saat ini pelanggan banyak yang tidak berani ke tempat hiburan. Apalagi adanya pembatasan jam operasional yang ditutup untuk lebih awal,” imbuhnya.

Pelaku industri hiburan, yang beranggotakan louge, spa, biliar, kuliner, dan perhotelan, saat ini menerapkan protokol kesehatan ketat dalam aktivitasnya.

“Seperti membatasi tamu yang datang dengan pengukuran suhu tubuh, memakai masker dan sering mencuci tangan dengan handsanitizer. Dan menjaga jarak, sehingga membuat pengunjung nyaman dan aman,” katanya.

Sementara itu, Supriyadi, anggota Komisi D DPRD Kota Semarang mengimbau, agar pelaku usaha hiburan dan masyarakat bisa lebih disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan.

Memang, dengan adanya pembatasan kegiatan masyarakat, saat ini otomatis akan berpengaruh pada jalannya roda perekonomian. Maka untuk itu dirinya meminta agar pengelola tempat hiburan dan masyarakat pada umumnya, agar disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

“Jangan lupa pakai masker kalau beraktivitas maupun ke luar rumah maupun cuci tangan, karena saat ini kita melawan musuh yang tidak kelihatan. Untuk itu harus bersama-sama patuh protokol kesehatan agar berangsur-angsur pulih dan pandemi hilang,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.