in

Pelajar SMK 1 Batang Ekspresikan Cita-cita lewat Mural

Sejumlah siswa SMK 1 Batang, membuat mural di tembok sekolah mereka. (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Para pelajar SMK 1 Batang mengekspresikan harapan dan cita-cita mereka lewat goresan kuas dengan cat warna-warni dalam bentuk mural pada tembok sekolah.

Mural dipilih jadi media paling tepat sebagai langkah awal untuk memotivasi anak didik, agar memiliki cita-cita yang bisa terwujud di masa depan.

Koordinator Fasilitas P5, sekaligus guru SMKN 1 Batang, Handis Wiyantoro menyampaikan, ada 10 mural yang dibuat oleh pelajar kelas X, dengan tema cita-cita.

“Mural ini untuk mengekspresikan karir mereka di masa depan, seperti guru, seniman, atlet, wanita karir, pengusaha dan lainnya,” kata dia, baru-baru ini di SMKN 1 Batang, Kabupaten Batang.

Ia menerangkan, apabila sebuah cita-cita dituangkan dalam bentuk mural, dapat menjadi pengingat mereka.

Di samping itu dari sisi estetika, mereka juga dapat menunjukkan keindahan sebuah karya mural.

“Semoga lewat mural ini anak-anak bisa terpacu mewujudkan cita-citanya, meningkatkan kompetensi diri dan mendapatkan karir yang diimpikannya nanti. Kami juga mendukung kepada anak yang berbakat dalam seni mural, karena bisa dijadikan ladang bisnis yang mendatangkan cuan yang lumayan,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Salah satu siswi yang berbakat dalam seni mural yakni Sintia. Hobi melukisnya sudah ia geluti sejak duduk di bangku sekolah dasar.

“Senang sih ada mural, jadi bisa jadikan tempat untuk berekspresi, ladang untuk menunjukkan bakat seni lukis juga, yang lebih terarah. Kalau mural baru pertama kali karena dari dulu seringnya di kertas,” jelasnya.

Ke depan, remaja yang bercita-cita menjadi seniman itu, berkeinginan untuk mengembangkan seni lukis di dunia digital, menjadi ladang bisnis yang menjanjikan.

Senada, Dewa Adi Prasetyo yang memiliki hobi melukis animasi, mendukung pengaplikasian mural di ruang publik.

Sehingga kesan yang ditunjukkan adalah ruang publik yang penuh nilai estetik dan tertata rapi.

“Kalau dibikin mural di lingkungan sekolah jadi tambah menarik. Beda ketika melihat vandalisme, sangat tidak menarik dan tidak mendidik, karena mencoret-coret tembok rumah orang,” ujar dia.

Ia mengharapkan, media untuk seni mural agar diperbanyak terutama di ruang publik, sehingga menghindari terjadinya vandalisme. (HS-08)

 

DWP Kemenag Apresiasi Pusat Pelatihan Vokasi Disabilitas

BLK Dinperinnaker Blora Buka Pelatihan Konten Kreator