in

Pelajar SLB Batang Antusias Ikuti Simulasi PTM Terbatas

Pembelajaran tatap muka secara terbatas di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kabupaten Batang. (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG –  Sejumlah pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kabupaten Batang, mulai melaksanakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, dengan penuh antusias.

Sebelum masuk kelas, para siswa diminta untuk mencuci tangan dan cairan antiseptik, serta memakai masker.

Kepala SLB Negeri Batang, Sujarwo mengatakan PTM sudah menjadi harapan bagi orang tua, sehingga mereka menyambut antusias, ketika mengetahui pelaksanaan simulasi PTM terbatas ini.

“Ini memang sudah menjadi harapan orang tua siswa, mereka pun menyambut baik juga memberikan sosialisasi ke anaknya untuk protokol kesehatan saat di sekolah,” kata dia, seperti dirilis Batangkab.go.id.

Dia mengakui bahwa metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tidak efektif untuk siswa SLB, sehingga diperlukan tatap muka. Karena itu ketika sekolah-sekolah lain memberlakukan pembelajaran secara virtual, guru-guru SLB mengambil cara berbeda.

Untuk memberikan materi pada anak didik, mereka mendatangi siswa atau memanggil siswa secara individual. “Bahkan jika perlu datang malam. Guru kami bersedia ke sana, seperti les privat. Tetapi dengan metode apapun yang digunakan, kami selalu menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sujarwo mengatakan simulasi PTM terbatas sudah berlangsung dalam seminggu. Lalu, satu minggu kemudian akan ada evaluasi.

“Kami berharap PTM bisa berlangsung secara penuh, karena maksimal jumlah siswa kami hanya 11 orang,” terangnya.

Pengawas dari kantor cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (dindikbud) Jawa Tengah wilayah XIII, Susi Sudiarti mengatakan ada delapan SLB yang melakukan simulasi.

Pihaknya melakukan evaluasi terkait pelaksanaan PTM dengan protokol kesehatan ketat. Simulasi dilakukan selama dua minggu dan berhenti selama dua minggu.

“Setelah itu akan ditentukan apakah mereka bisa melanjutkan PTM atau tidak, selama masa evaluasi akan kami pantau ada gak siswa yang terpapar Covid-19 atau tidak,” tuturnya.

Ia mengatakan baik SLB maupun sekolah umum memberlakukan batasan peserta didik yang hadir maksimal 50 persen.

“Untuk SLB, jumlah siswa maksimal dalam satu kelas yaitu lima orang, ada kelonggaran untuk aturan social distancing karena pemerintah menyadari kondisi para siswa SLB,” ujar dia. (HS-08)

Share This

Gantikan AKBP Edwin Louis Sengka, AKBP Irwan Susanto Jabat Kapolres Batang

Hari Rabies Sedunia, Dinperpa Kota Pekalongan Gelar Vaksinasi Massal