in

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Gelar Latihan Pengamanan Wilayah

Kepala KSOP Pelabuhan Tanjung Emas, M Tohir saat diwawancara wartawan, Rabu (6/10/2021).

 

HALO SEMARANG – Dalam program Joint Exercise ISPS Code 2021, latihan bersama penanggulangan gangguan keamanan digelar di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (6/10/2021).

Latihan tersebut dilaksanakan sebagai upaya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas dan Forum Komunikasi Port Facility Security Officer (FK-PFSO) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, mengantisipasi segala gangguan keamanan, dengan menggandeng RSO-Kaneta Efka Jaya Semarang.

Kepala KSOP Pelabuhan Tanjung Emas, M Tohir mengatakan, di era saat ini kewaspadaan petugas keamanan perlu ditingkatkan, sebab ancaman gangguan sudah semakin kentara di masa pandemi.

“Gangguan keamanan bisa terjadi kapan saja, dalam situasi apapun, sehingga team Keamanan fasilitas Pelabuhan harus dalam kondisi siap siaga menanggulangi segala kemungkinan gangguan Keamanan yang mungkin terjadi,” kata Tohir usai acara, Rabu (6/10/2021).

Ia menyebutkan, dalam situasi pandemi banyak perusahaan yang mengatur ulang jam kerja karyawan, bahkan ada perusahaan yang terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja beberapa karyawannya.

“Kegiatan Exercise ISPS Code 2021 ini digelar, tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tim Keamanan di semua fasilitas di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas selalu dalam kondisi siap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan,” terangnya.

Dilanjutkan Tohir, penanggung jawab Implementasi ISPS Code wilayah Pelabuhan Tanjung Emas, ialah Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Kelas I Pelabuhan Tanjung Emas bersama dengan Perwira Keamanan (PFSO) di tiap fasilitas pelabuhan.

“Maka harus paham tata cara pengamanan tersebut yang merupakan implementasi dari ISPS Codes,” paparnya.

Meskipun begitu, imbuhnya, fasilitas atau instansi sebetulnya sudah mempunyai standar pengamanan masing-masing. Namun sebagai langkah penguatan keamanan maka diperlukan pemahaman terhadap standar keamanan bagi para petugas keamanan.

“Sebagai petugas keamanan, tentunya harus memahami standar pengamanan Pelabuhan secara umum yang berlaku internasional,” tegasnya.

Perlu diketahui, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan petugas keamanan dari tujuh fasilitas dan instansi yang berada di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas, yaitu terminal peti kemas Semarang (TPKS), PT Sriboga Flour Mills, PT Pelindo Cabang III, Pertamina, PT Kayu Lapis Indonesia (KLI), PT Opsico, PT Indonesia Power.(HS)

Share This

Hadirkan Saksi Fakta dan Ratusan Bukti, Mantan Ketua MK Siap Patahkan Gugatan Kubu Moeldoko

Launching Patikab CSIRT, Bupati Harapkan Kejahatan Siber Dapat Dicegah