in

Pekerja Migran Asal Kendal Meninggal Di Oman Karena Covid, Ahli Waris Mengaku Belum Menerima Hak

Ilustrasi corona.

 

HALO KENDAL – Keluarga Almarhum Musrini Binti Haryanto Aris, pekerja migran asal Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kendal, untuk meminta penjelasan terkait almarhum yang meninggal dunia di Oman, pada 5 Juni 2021.

Pertemuan digelar di Kantor Disnaker Kabupaten Kendal, Jalan Soekarno – Hatta tersebut dihadiri Mujiono selaku adik dari almarhum, didampingi

Perangkat Desa Cepiring, Khudori, Senin (23/8/2021).
Informasi meninggalnya almarhum pekerja migran tersebut, berdasarkan surat dari Plh Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Nomor 10762/WN/06/2021, tanggal 22 Juni 2021, perihal penyampaian informasi penanganan PMI yang meninggal dunia, atas nama Musrini, disebabkan terpapar Covid-19.

Dalam surat disebutkan, KBRI telah mengurus pemakaman almarhum di pemakaman umum Amerat seuai protokol kesehatan di negara setempat.
Pihak KBRI Muscat sendiri telah mengurus Discharge jenazah dari RS Kepolisian Oman, hingga tempat pemakaman. Termasuk melakukan salat jenazah dan mendoakan almarhumah.

Adapun terkait barang-barang berharga milik almarhum Musrini, akan diinformasikan kepada pihak keluarga di Indonesia oleh KBRI Muscat, setelah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Oman.

Surat nomor B 625/BP2MI-7/VII/2021 tersebut, ditandatangani oleh Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Wilayah Semarang, AB Rachman.

Usai pertemuan, Kasi Penegakkan Hukum Ketenagakerjaan, Ery Dyah Nurhidayah, saat ditemui awak media hanya menjawab singkat bahwa pihaknya masih memproses masalah ini. “Masih kami proses,” jawabnya singkat.

Sementara menurut pengakuan Mujiono selaku adik dari almarhum Musrini, dirinya selama ini belum menerima barang-barang berharga milik kakaknya seperti yang tertera dalam surat.

“Sampai saat ini kami belum menerima barang-barang berharga milik kakak saya yang dikabarkan meninggal di Oman. Untuk itu hari ini saya beraudensi dengan pihak Disnaker Kendal untuk meminta kejelasan hal ini,” terangnya kepada halosemarang.id, Selasa (24/8/2021).

Mujiono juga mengaku, selain barang berharga milik almarhum, dirinya juga menanyakan perihal ada tidaknya santunan dari pemerintah.

“Kakak saya selama bekerja di luar sejak tahun 2014 sampai sekarang, belum pernah kirim uang ataupun menitipkan uang untuk keluarganya di rumah. Selain itu pihak keluarga juga tidak pernah tahu soal buku tabungan dan isinya,” jelas Mujiono.

Sementara itu, perwakilan dari KBRI di Muscat, Hari Yulianto melalui pesan singkat menjelaskan, pihak KBRI di Muscat sudah melakukan kontak dengan keluarga almarhum.

Dijelaskan, untuk barang-barang berharga milik almarhum Misrini telah dikirim kepada Mujiono selaku adik dari almarhum.

“Terdapat beberapa barang berupa baju yang masih di KBRI dan perlu disortir. Karena ketika meninggal almarhum serumah dengan temannya dari India. dikhawatirkan terdapat barang orang lain yang terkirim ke Indonesia,” tukasnya melalui pesan singkat. (HS).

Share This

Target Perenang Muda Percahkan Rekornas di PON XX Papua

60 Sekolah Di Kendal Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka